Pramono: Daya Saing Jakarta Tak Hanya Bergantung pada Infrastruktur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 11:16
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Youtube DPRD DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa daya saing Jakarta sebagai kota global tak cukup hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kemampuan pemerintah dalam mengelola dinamika kependudukan juga menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta. Dalam rangka penyampaian penjelasan terhadap rancangan peraturan daerah tentang pengendalian penduduk dan rancangan peraturan daerah tentang rumah susun.

"Pada kesempatan pertama, saya akan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengendalian Penduduk," katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pramono menjelaskan, visi Jakarta sebagai Kota Global dan Pusat Perekonomian yang Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Menyejahterakan Seluruh Warganya telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Visi tersebut jadi pijakan dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan Jakarta. Sejumlah misi yang diusung antara lain meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, membangun pusat ekonomi yang inovatif dengan akses sumber daya yang lebih merata, serta menciptakan konektivitas dan ruang kota yang layak huni, tangguh, dan berkelanjutan.

Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut menilai bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup untuk membawa Jakarta menjadi kota global yang kompetitif.

Pengelolaan Penduduk Jadi Kunci Daya Saing Jakarta

Ilustrasi Pekerja <b>(ANTARA/Hafidz Mubarak)</b> Ilustrasi Pekerja (ANTARA/Hafidz Mubarak)

Menurut Pramono, daya saing Jakarta juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah dalam mengelola perubahan dan dinamika penduduk. Pengelolaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari jumlah penduduk, struktur usia, komposisi sosial-ekonomi, hingga persebaran, mobilitas, dan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan kependudukan perlu disusun agar pertumbuhan dan pergerakan penduduk tetap sejalan dengan daya dukung serta daya tampung lingkungan. Di saat yang sama, kebijakan tersebut juga harus mempertimbangkan kapasitas fiskal pemerintah dan kualitas hidup masyarakat.

"Dalam konteks kota global, daya saing Jakarta tidak hanya ditentukan kemajuan pembangunan infrastruktur kota semata, tetapi juga kemampuannya mengelola dinamika kependudukan, yang meliputi jumlah, struktur usia, komposisi sosial-ekonomi, serta persebaran dan mobilitas," ungkapnya.

Pramono menyebut Jakarta kini menghadapi sejumlah tantangan yang saling berkaitan. Di satu sisi, Jakarta masih berada dalam fase bonus demografi, tetapi pada saat bersamaan mulai memasuki tahap awal penuaan penduduk.

Selain persoalan demografi, Jakarta juga dihadapkan pada tantangan lain seperti krisis perumahan, kemacetan, polusi udara, hingga kerentanan terhadap perubahan iklim. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan kebijakan pengendalian penduduk yang lebih terarah, terukur, dan berkeadilan.

"Saat ini, Jakarta menghadapi kombinasi tantangan bonus demografi, awal penuaan penduduk, krisis perumahan, kemacetan, polusi, serta kerentanan iklim yang harus direspons melalui kebijakan pengendalian penduduk yang lebih terarah dan berkeadilan," kata Pramono.

HIGHLIGHT

x|close