Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi menyiapkan sejumlah program yang akan diprioritaskan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kementeriannya juga telah menghimpun donasi sekitar Rp100 juta dari para pegawai sebagai bantuan awal bagi warga yang terdampak bencana.
“Para pegawai memberikan sumbangan sekitar Rp100 juta sebagai inisiasi awal. Setelah itu, kita juga sedang merancang program-program yang dapat dialihkan. Beberapa hal akan kita berikan skala prioritas untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di NTT,” kata Iftitah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Iftitah, langkah tersebut menjadi bagian dari kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam merespons kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga: BNPB: Total 75 Korban Meninggal Dunia Imbas Gempa NTT
Ia menegaskan bahwa pemisahan kedua kementerian secara kelembagaan tidak seharusnya mengakhiri koordinasi dalam menjalankan program yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
“Kita ingin setelah dipisah itu tetap bersama-sama, tetap bersinergi, tetap berkolaborasi. Kita sepakat bahwa baik anggaran maupun program harus betul-betul memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya.
Selain merespons dampak gempa, sinergi antara kedua kementerian juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa dan kawasan transmigrasi.
Iftitah menyampaikan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi selama ini telah menghasilkan 1.567 desa baru. Desa-desa tersebut membutuhkan dukungan lanjutan dari pemerintah daerah dan kementerian yang memiliki tugas dalam pembangunan desa setelah kawasan berkembang.
Baca Juga: Mendagri Pastikan Bantuan Rumah Rusak Akibat Gempa NTT Disiapkan Pemerintah
“Karena untuk transmigrasi itu hampir semuanya juga membentuk desa-desa. Lebih dari 1.500, tepatnya 1.567, Kementerian Transmigrasi membentuk desa yang baru,” ucapnya.
Ia menilai kerja sama lintas kementerian diperlukan supaya pembangunan tetap berlanjut meskipun suatu program atau kawasan telah memasuki tahap pengembangan dan kewenangannya melibatkan pihak lain.
Program yang sudah dibangun, menurut Iftitah, perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat kondisi sosial serta ekonomi di wilayah tersebut.
Iftitah juga mengajak agar momentum peringatan kemerdekaan diisi dengan tindakan nyata. Menurut dia, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi bagian dari semangat tersebut.
“Yang paling penting ujungnya adalah kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Mentrans.
Ia kembali menekankan pentingnya kebersamaan antara Kementerian Transmigrasi dan Kemendes PDT untuk memastikan pembangunan di desa serta kawasan transmigrasi berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
(Sumber: Antara)
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (ketiga kanan) bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (ketiga kiri) menyerahkan secara simbolis donasi senilai Rp100 juta untuk masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam penutupan peringatan HUT ke-81 RI gabungan di Lapangan Kalibata, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. (Antara)