Pramono Respons 2 Insiden Orang Tertemper Kereta dalam Sehari, Bakal Koordinasi dengan KAI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 15:10
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merespons soal dua insiden orang tertemper kereta yang terjadi di Jakarta dalam satu hari. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mencari langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dua insiden tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, masing-masing di wilayah Tebet, Jakarta Selatan dan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Baca Juga: Lansia 80 Tahun Tewas Terserempet KRL di Tebet

Orang nomor satu di DKI tersebut mengatakan, bahwa keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta api harus menjadi perhatian bersama, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun KAI.

Pramono menjelaskan, pemerintah telah membangun pagar di sejumlah ruas jalur kereta api. Pembangunan pagar tersebut bertujuan mencegah masyarakat melintasi rel secara sembarangan.

"Beberapa ruas sebenarnya sudah kami bangun pagar untuk masyarakat tidak, apa, dengan bebas menyeberangi rel kereta yang ada," katanya di Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan pagar di sekitar jalur kereta merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi potensi masyarakat masuk atau menyeberangi area rel yang berbahaya.

Baca Juga: KRL Terlambat Imbas Dua Insiden Tertemper di Tebet dan Rawa Buaya, KAI Commuter Rekayasa Operasi

Pramono mengaku baru mengetahui adanya dua insiden orang tertemper kereta tersebut. Meski demikian, ia menilai kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bersama.

"Saya terus terang baru mendengar ini, tetapi tentunya bagi saya apa pun yang terjadi ini harus menjadi pemikiran bersama antara Pemerintah Jakarta dengan KAI untuk bersama-sama bisa mengurangi atau menyelesaikan peristiwa-peristiwa yang seperti itu," ungkap Pramono.

HIGHLIGHT

x|close