Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan pihaknya terus mencari sumber pendanaan serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di luar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
"Tadi disinggung oleh Pak Ketua Kesejahteraan Rakyat, jadi kami terus melakukan upaya maksimal di luar APBN," ucap Mendes Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam rapat tersebut, Yandri menjelaskan sejumlah kolaborasi yang telah dilakukan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa.
Baca Juga: Kemendes PDT Andalkan Edukasi dan Penguatan Ekonomi Desa guna Cegah TPPO
Salah satu kerja sama tersebut dilakukan bersama Hakko Fukushikai Foundation asal Jepang. Kolaborasi itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui pemberian beasiswa bagi pemuda dari wilayah perdesaan.
"Jadi, Hakko Fukushikai Foundation ini sudah datang ke Kemendes, kita ada program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia," ujar mantan Wakil Ketua MPR RI.
Yandri juga meminta dukungan Komisi V DPR RI agar berbagai program kerja sama tersebut dapat berjalan secara optimal. Menurut dia, keterlibatan komisi yang menjadi mitra kerja Kemendes PDT dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program.
Komisi V DPR RI pun memberikan respons positif terhadap upaya tersebut.
Baca Juga: Kemendes dan Kementrans Kirim Bantuan Rp100 Juta untuk NTT
"Sekali lagi tepuk tangan untuk Pak Menteri Desa. Mantap," kata Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.
Selain pengembangan SDM, Kemendes PDT juga berupaya memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggandeng New Hope Fintech dari China untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada BUMDes dengan dukungan teknologi.
"Kami menggaet New Hope China. Ini mereka siap untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan BUMDes dengan sistem teknologi yang sangat bagus," ujar Mendes Yandri.
Menurut Yandri, kolaborasi tersebut juga berpotensi diterapkan pada sejumlah program Kemendes PDT lainnya. Pengembangan itu mencakup Desa Wisata dan Desa Ekspor yang diharapkan dapat ikut diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. (Antara)