BNPB Laporkan Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda 10 Provinsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 19:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
BNPB sebut sepuluh provinsi dikepung karhutla Foto udara kebakaran hutan di Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses masuk kawasan wisata Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB akibat perkembangan kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya menjaga keselamatan wisatawan serta mendukung proses penanganan kebakaran BNPB sebut sepuluh provinsi dikepung karhutla Foto udara kebakaran hutan di Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses masuk kawasan wisata Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB akibat perkembangan kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya menjaga keselamatan wisatawan serta mendukung proses penanganan kebakaran (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas secara drastis dengan mengepung belasan kabupaten/kota di sepuluh provinsi Indonesia sepanjang pekan pertama Agustus 2026. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat wilayah terdampak membentang luas dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Pemicu utama maraknya titik api di berbagai daerah tersebut didominasi oleh kombinasi kelalaian manusia seperti pembakaran sampah dan pembersihan lahan dengan cara membakar serta cuaca terik musim kemarau.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa kebakaran terparah di Pulau Jawa melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Hingga Minggu, 9 Agustus 2026 malam, total luas lahan yang hangus terbakar di TNBTS telah mencapai 520 hektare. Imbas eskalasi api tersebut, otoritas terkait memutuskan untuk menutup total seluruh pintu masuk akses wisata Bromo hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu di luar Pulau Jawa, karhutla juga menimbulkan dampak signifikan di beberapa daerah. Luas area terbakar tercatat mencapai 72,4 hektare di Kabupaten Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), 23 hektare di Halmahera Timur (Maluku Utara), serta 15 hektare di Tana Toraja (Sulawesi Selatan).
 

Selain titik kebakaran besar, karhutla skala kecil hingga sedang—dengan luasan berkisar antara 1 hingga puluhan hektare—turut terdeteksi di berbagai wilayah lain. Tim gabungan dilaporkan berhasil memadamkan titik api di Aceh Besar (Aceh), Belitung Timur (Bangka Belitung), Subang (Jawa Barat), Jepara dan Banyumas (Jawa Tengah), Jember (Jawa Timur), Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah), hingga Kota Sorong (Papua Barat Daya). 

Guna menanggulangi penyeberangan api yang kian meluas, personel gabungan di seluruh wilayah terdampak dikerahkan secara optimal. Operasi pemadaman dan mitigasi dilakukan melalui penyiraman darat menggunakan truk tangki air, pembuatan sekat bakar, hingga pemadaman udara memanfaatkan helikopter water bombing.
 
 

Sebagai langkah pencegahan agar bencana hidrometeorologi kering ini tidak kian memburuk, BNPB mengimbau keras masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghentikan aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka.

Mengingat periode puncak musim kemarau diproyeksikan masih berlangsung hingga akhir Agustus atau September mendatang, warga juga diminta untuk menghemat penggunaan air bersih dan menyiapkan penampungan cadangan air di lingkungan masing-masing.
 
(Sumber:Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close