Bigmo Penuhi Panggilan Pemeriksaan Terkait Konten Promosi Vape Libatkan Anak-anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 14:48
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bigmo penuhi panggilan polisi di Polda Metro Jaya Bigmo penuhi panggilan polisi di Polda Metro Jaya (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - YouTuber Muhammad Jannah, atau yang lebih dikenal Bigmo, mendatangi Mapolda Metro Jaya guna memenuhi panggilan penyidik terkait konten keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas promosi liquid rokok elektrik yang dilakukan melalui siaran langsung di kanal YouTube miliknya.

Bigmo tiba di Gedung Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak/Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA/PPO) sekitar pukul 13.25 WIB. Bigmo tampak didampingi oleh kuasa hukumnya, Riphat Senikentara dan Sangun Rahgado.

Saat menghampiri awak media, Bigmo hanya mengucap syukur jelang melakukan klarifikasi ke pihak penyidik.

"Alhamdulillah," kata Bigmo, Senin, 10 Agustus 2026.

Di samping itu, Sangun Rahgado selaku kuasa hukum menjelaskan bahwa kliennya hadir sebagai bentuk sikap kooperatif terhadap proses hukum. Namun, ia menegaskan belum bisa memberikan keterangan mendalam sebelum proses klarifikasi selesai dilakukan oleh penyidik.

"Kita ke dalam dulu ya. Nanti setelah pemeriksaan dan klarifikasi selesai, kami akan memberikan pernyataan resmi kepada teman-teman," ujar Sangun.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menjadwalkan agenda klarifikasi terhadap Bigmo pada pukul 13.00 WIB di Subdit 2 Ditres PPA/PPO. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa Bigmo telah menyatakan kesediaannya untuk hadir melalui tim hukumnya.

Kasus ini mencuat setelah potongan video siaran langsung YouTube Bigmo viral dan memicu kontroversi di tengah masyarakat. Dalam siaran tersebut, Bigmo diketahui sedang mengunjungi sebuah toko penjual liquid rokok elektrik. 

Masalah muncul ketika Bigmo mengajak beberapa anak kecil yang berada di sekitar lokasi untuk masuk ke dalam bingkai kamera. Ia kemudian diduga mengarahkan anak-anak tersebut untuk ikut mempromosikan merek liquid vape tertentu di hadapan ribuan penonton siaran langsungnya. Tindakan ini dianggap melanggar aturan terkait perlindungan anak dan etika promosi produk dewasa.

Penyidik Kepolisian saat ini tengah mendalami apakah ada unsur pelanggaran pidana terkait Undang-Undang Perlindungan Anak atau regulasi lainnya dalam aksi yang dilakukan oleh sang YouTuber tersebut.

HIGHLIGHT

x|close