Kebakaran Mengganas di Washington AS, Ribuan Warga Mengungsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, yang diambil menggunakan drone. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 15 hektare kawasan hutan dan lahan sebe Kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, yang diambil menggunakan drone. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 15 hektare kawasan hutan dan lahan sebe (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Ribuan penduduk di negara bagian Washington, Amerika Serikat, diperintahkan meninggalkan tempat tinggal mereka setelah kebakaran hutan yang bergerak cepat semakin meluas sejak Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kebakaran yang dikenal sebagai Old Trails Fire tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan kini mengancam ribuan bangunan di Washington serta wilayah sekitarnya.

Dilansir dari CNN International, Senin, 3 Agustus 2026, api telah menghanguskan hampir 3.000 acre atau sekitar 1.214 hektare lahan. Kebakaran itu juga dilaporkan berpotensi mengancam sekitar 4.000 bangunan.

Kepala Kehutanan Washington George Geissler mengatakan dampak kerusakan secara menyeluruh masih belum dapat dihitung. Namun, sejumlah bangunan dipastikan telah terdampak kobaran api.

Otoritas setempat menerapkan perintah evakuasi Level 3, yang merupakan kategori tertinggi, di sejumlah wilayah Spokane County. Masyarakat diminta segera meninggalkan kawasan tersebut karena kondisi kebakaran dinilai membahayakan keselamatan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian sementara di salah satu perguruan tinggi komunitas setempat untuk menampung warga yang harus meninggalkan rumah.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Prancis Meluas, 220 Ribu Warga Mengungsi

Gubernur Washington Bob Ferguson menetapkan status darurat untuk seluruh wilayah negara bagian. Ia juga memberlakukan larangan pembakaran terbuka setelah Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) menerbitkan peringatan Particularly Dangerous Situation Red Flag Warning untuk pertama kalinya dalam sejarah bagi Washington bagian tengah dan timur.

Ferguson mengatakan situasi kebakaran di Spokane berkembang dengan sangat cepat dan mulai mengarah pada kondisi krisis.

"Hati kami bersama warga Washington yang kehilangan rumah dan harus mengungsi," ujarnya seperti dikutip CNN.

Mayor Jenderal Garda Nasional Washington Gent Welsh meminta masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan dampak yang lebih luas saat petugas mulai melakukan evaluasi kerusakan di lapangan.

"Saat matahari terbenam dan terbit kembali besok pagi, saya rasa kita akan terkejut melihat pemandangan yang muncul," katanya.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara. ANTARA/Fransisco Carolio. <b>(Antara)</b> Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara. ANTARA/Fransisco Carolio. (Antara)

Secara keseluruhan, lebih dari 200.000 acre atau sekitar 80.900 hektare lahan di Washington sedang terbakar akibat 12 kebakaran hutan besar. Pemerintah mengerahkan lebih dari 4.000 petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan di berbagai lokasi.

Kobaran api juga membuat sejumlah fasilitas penting harus dievakuasi. Di antaranya rumah sakit khusus veteran di Spokane, fasilitas pengolahan air limbah, serta pembangkit listrik yang menggunakan limbah sebagai sumber energi.

Otoritas menyebut kombinasi angin yang bertiup kencang, kelembapan udara yang sangat rendah, dan kondisi kekeringan yang berlangsung lama menjadi faktor yang mempercepat penyebaran kebakaran.

Sementara itu, penyebab Old Trails Fire yang pertama kali terlihat sekitar tengah hari pada Sabtu masih dalam proses penyelidikan.

HIGHLIGHT

x|close