Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan telah dikerahkan untuk menangani dampak banjir luapan yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Banjir tersebut menyebabkan empat jembatan di wilayah setempat mengalami kerusakan. BNPB memprioritaskan penanganan darurat untuk memulihkan akses mobilitas masyarakat yang terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026 menyampaikan bahwa petugas terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani kondisi pascabencana.
"Petugas BPBD di lapangan terus berkoordinasi dengan instansi lintas sektor untuk melakukan tindakan penanganan darurat pascabencana banjir," kata dia.
Baca Juga: Bupati Bogor Komitmen Tangani Banjir Bogor Utara Lewat Normalisasi Irigasi
Abdul menjelaskan, banjir terjadi di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan laporan Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, arus banjir yang deras mengakibatkan empat jembatan penghubung utama antarwilayah mengalami kerusakan.
Akibat kerusakan tersebut, akses transportasi dari Desa Sawang menuju empat desa lainnya, yaitu Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut, dan Gunci, terputus sepenuhnya.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Jakarta, Jabar hingga Jatim
Abdul mengatakan BNPB akan terus melakukan pemantauan terhadap proses penanganan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara serta kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan akses penyeberangan sementara dan memulihkan infrastruktur jembatan secara bertahap.
(Sumber: Antara)
Petugas kepolisian bersiaga di lokasi jembatan putus di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Sabtu, 25 Juli 2026. (Antara)