Ahli Kunci Sebut Brankas yang Simpan 74 Kg Emas di Rumah Mewah Sentul Punya 2 Lapis Baja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 15:56
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tidpikor) Polri menyita 74 Kg emas dan dollar dari sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Jawa Barat, terkait kasus tiga korupsi yakni kasus blackout PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steels. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tidpikor) Polri menyita 74 Kg emas dan dollar dari sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Jawa Barat, terkait kasus tiga korupsi yakni kasus blackout PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steels. (Dok. Polda Metro Jaya)

Ntvnews.id, Jakarta - Brankas yang ditemukan polisi saat menggeledah sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dalam penyidikan tiga kasus korupsi ternyata memiliki sistem keamanan berlapis. Seorang ahli kunci bernama Roy yang dilibatkan dalam proses pembongkaran mengungkapkan bahwa brankas tersebut bukan brankas biasa karena dilengkapi dua lapis baja dengan sistem penguncian ganda.

Roy menjelaskan, brankas tersebut menggunakan kombinasi kunci putar dan kunci manual sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Menurutnya, jenis brankas seperti itu tergolong mahal dan berbeda dengan brankas besi konvensional.

"Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu," kata Roy saat ditemui di Sentul, Bogor, Kamis (9/7/2026).

Roy mengaku awalnya dihubungi Polres Bogor untuk membantu proses pembongkaran brankas yang ditemukan saat penggeledahan. Berdasarkan pengalamannya, ia memperkirakan harga brankas tersebut mencapai sekitar Rp20 juta atau bahkan lebih karena menggunakan sistem keamanan yang canggih.

Setelah berhasil menjebol bagian kunci manual, proses pembongkaran dilanjutkan menggunakan mesin pemotong atau gerinda. Seluruh proses pembukaan brankas berlangsung relatif cepat dan selesai dalam waktu sekitar 15 menit.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Serangan Israel di Gaza Capai 73.110 Jiwa

"(Di dalam) Langsung aja, gerak cepat, langsung digerinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan," imbuhnya.

Roy juga mengungkapkan bahwa brankas tersebut dibangun menyatu dengan struktur rumah. Letaknya berada di lantai dua dan disamarkan di balik lemari sehingga tidak mudah terlihat.

Menurutnya, yang tampak dari luar hanyalah pintu brankas, sementara di baliknya terdapat ruangan penyimpanan dengan ukuran sekitar 1,5 meter.

"Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu, Pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan," kata Roy.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan berbagai barang bukti yang tersimpan di dalam brankas, di antaranya 74 kilogram emas batangan, uang tunai dalam pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Total nilai seluruh barang bukti itu mencapai sekitar Rp476 miliar.

Penggeledahan rumah di Sentul dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan tiga perkara, yakni PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap bahwa selain menyita 74 kilogram emas batangan, penyidik menemukan uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura yang jika dikonversikan ke rupiah ditaksir bernilai sekitar Rp282,4 miliar.

Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan seluruh barang bukti tersebut ditemukan di dalam brankas yang terkunci. Selain emas batangan, uang tunai itu tersimpan di dalam tujuh koper, termasuk uang asing dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura.

x|close