BRIN Siap Luncurkan Satelit NEO 1 pada Januari 2027, TKDN Capai 65 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 20:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Miniatur tampilan satelit Nusantara Earth Observation (NEO) 1 yang siap diluncurkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipamerkan dalam peringatan 50 tahun satelit Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. Miniatur tampilan satelit Nusantara Earth Observation (NEO) 1 yang siap diluncurkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipamerkan dalam peringatan 50 tahun satelit Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan peluncuran satelit observasi bumi Nusantara Earth Observation (NEO 1) pada Januari 2027. Satelit yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 65 persen.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan NEO 1 menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam melanjutkan regenerasi inovasi teknologi satelit sekaligus memperkuat pengembangan satelit nasional.

"Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit," kata Arif dalam peringatan 50 tahun Satelit Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Arif, seluruh tahapan pengembangan NEO 1 dikerjakan dengan mengandalkan kemampuan anak bangsa. Mulai dari penyusunan misi, desain sistem, pengujian perangkat lunak, operasional satelit, hingga dukungan stasiun bumi dikembangkan oleh sumber daya dalam negeri.

Baca JugaBRIN Targetkan Satelit Indonesia Diluncurkan dari India pada Januari 2027

NEO 1 akan berfungsi sebagai satelit observasi bumi nasional yang masuk kategori satelit mini (minisat). Satelit tersebut dibekali kemampuan menghasilkan citra beresolusi tinggi dan menengah.

"NEO 1 ini mengandung TKDN kurang lebih sekitar 65 persen dan sekali lagi itu satu kebanggaan dari kita semua sebagai bangsa Indonesia," kata Arif.

Ia menjelaskan, data yang dihasilkan NEO 1 akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pemetaan wilayah, sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, hingga pemantauan aktivitas kapal melalui Automatic Identification System (AIS).

Selain mendukung penyediaan data citra nasional, satelit tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, riset industri, dan berbagai layanan publik yang membutuhkan pencitraan berbasis satelit.

Baca JugaBRIN: Indonesia Berpeluang Jadi Pemimpin Industri Antariksa Berkat Posisi Strategis

BRIN juga berkomitmen melanjutkan pengembangan berbagai jenis satelit setelah NEO 1 berhasil diluncurkan. Salah satu fokus berikutnya ialah pengembangan satelit telekomunikasi nasional guna memperkuat konektivitas dan persatuan Indonesia.

"Penguasaan teknologi satelit telekomunikasi merupakan investasi strategis yang memperkuat kedaulatan digital, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi dan layanan dari luar negeri," kata Satria.

(Sumber: Antara)

x|close