Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar ke dalam jeriken milik nelayan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis, 23 Juni 2026. Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar ke dalam jeriken milik nelayan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis, 23 Juni 2026. Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk jenis RON97, RON95, dan solar pada periode penetapan harga 1 hingga 8 Juli 2026.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan Malaysia menyebutkan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan berdasarkan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (Automatic Pricing Mechanism/APM), menyusul penurunan rata-rata harga bahan bakar di pasar internasional sepanjang pekan lalu.

Dengan kebijakan terbaru tersebut, harga RON97 ditetapkan menjadi RM4,00 per liter, sementara RON95 non-subsidi turun menjadi RM3,37 per liter, dan solar non-subsidi menjadi RM3,97 per liter. Masing-masing jenis bahan bakar tersebut mengalami penurunan harga sebesar 10 sen atau sekitar Rp438 per liter.

Dilansir dari New Straits Times, Kamis, 2 Juni 2026, Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan bahwa pengumuman penyesuaian harga dilakukan lebih awal untuk menyesuaikan dengan implementasi program Budi Madani Diesel (Budi Diesel) yang mulai diberlakukan pada 1 Juli.

Menurut Kementerian Keuangan Malaysia, harga minyak dunia terus bergerak menurun setelah sebelumnya sempat mencapai titik tertinggi selama berlangsungnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari lalu.

Baca Juga: Pertamina: 29 Terminal BBM Siap Salurkan B50

Penurunan harga tersebut didorong oleh membaiknya pasokan minyak global serta optimisme bahwa proses negosiasi terkait konflik akan membantu mengurangi risiko terganggunya pasokan minyak mentah dunia.

Meski demikian, pemerintah Malaysia menilai kondisi pasar minyak global masih belum sepenuhnya stabil. Risiko terhadap fluktuasi harga minyak mentah, biaya distribusi, serta keamanan pasokan energi dinilai masih tetap ada hingga konflik benar-benar berakhir dan rantai pasok global kembali pulih.

Pemerintah Malaysia juga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar di dalam negeri masih berada dalam kondisi aman. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan bahan bakar secara bijaksana, termasuk dengan merencanakan perjalanan secara lebih efisien dan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, guna membantu menjaga pasokan nasional sekaligus menekan beban subsidi pemerintah.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi dipastikan tidak mengalami perubahan. Harga RON95 dalam skema Budi95 tetap berada di angka RM1,99 per liter (sekitar Rp8.724 per liter), Budi Diesel sebesar RM2,10 per liter (sekitar Rp9.206 per liter), Subsidised Petrol Control System sebesar RM2,05 per liter (sekitar Rp8.987 per liter), serta Subsidised Diesel Control System sebesar RM2,15 per liter (sekitar Rp9.426 per liter).

Ilustrasi - Perusahaan kilang minyak dan gas Isfahan di Iran. (ANTARA/Anadolu/pri) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Perusahaan kilang minyak dan gas Isfahan di Iran. (ANTARA/Anadolu/pri) (Antara)

Kementerian Keuangan Malaysia juga menyampaikan bahwa mulai 1 Juli, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat membeli solar bersubsidi dengan harga RM2,10 per liter melalui sistem verifikasi MyKad di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di negara tersebut dalam skema Budi Diesel.

Pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kebijakan yang hati-hati dan terukur guna melindungi masyarakat dari gejolak harga energi, sekaligus memastikan ketahanan dan kecukupan pasokan energi nasional tetap terjaga.

TERKINI

Load More
x|close