Kemenhaj Minta Pemulangan Jamaah Haji Tanpa Seremonial dan Perketat Aturan Kesehatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 23:30
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan pewarta selepas konferensi pers optimalisasi pemerbangan haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan pewarta selepas konferensi pers optimalisasi pemerbangan haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah meminta seluruh Kantor Wilayah, embarkasi, dan pemerintah daerah mengurangi kegiatan seremonial saat pemulangan jamaah haji. Kebijakan ini juga dibarengi dengan penguatan aturan kesehatan atau istitha’ah untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak

menyoroti kebiasaan penyambutan jamaah yang dinilai terlalu panjang dan formal. Ia meminta agar proses kepulangan dibuat lebih sederhana agar jamaah bisa segera beristirahat.

"Mohon pejabat-pejabat daerah begitu jangan banyak seremonial, pidato-pidato panjang begitu, sambut saja kemudian biarkan jamaah kita kembali ke kediaman-nya masing-masing," ujar Dahnil di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain soal seremoni, kementerian juga menaruh perhatian besar pada kondisi kesehatan jamaah haji. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Kemenhaj Siapkan Evaluasi Besar, Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Haji Akan Diperketat

Data terbaru menunjukkan jumlah jamaah haji yang wafat tahun ini berada di kisaran sekitar 350 orang. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 467 orang.

Meski ada penurunan, pemerintah tetap memperketat syarat kesehatan atau istitha’ah bagi calon jamaah. Aturan ini menjadi fokus utama untuk keberangkatan haji mendatang.

Pemerintah juga menegaskan tidak akan memberangkatkan calon jamaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi, termasuk penyakit bawaan tertentu.

"Mau tidak mau kami harus lebih tegas terkait dengan jamaah-jamaah yang memiliki komorbid, kemudian misalnya potensi demensia, kemudian penyakit-penyakit yang berbahaya lainnya untuk tidak bisa berangkat," jelasnya.

Baca Juga: Kemenhaj Samakan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Musim Haji 2027

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan program “Manasik Kesehatan” yang akan diterapkan bagi calon jamaah haji tahun 2027.

Program ini menekankan persiapan fisik sejak awal, seperti kebiasaan berjalan kaki atau lari, serta pengendalian penyakit bawaan melalui pemantauan dokter di daerah masing-masing.

"Misalnya kebiasaan olahraga jalan kaki, kemudian kalau sanggup lari, lari, karena 95 persen kegiatan di tanah suci itu adalah kegiatan fisik. Kemudian kalau mereka punya komorbid kemudian nanti secara intens di-maintain. Misalnya darah tinggi, diabetes dan sebagainya itu secara intens di-maintain oleh tim dokter. Nah itu bagian yang paling penting, isu kesehatan,"

(Sumber: Antara)

 
 
 
x|close