Mentan Lapor ke Prabowo: Harga Sawit Petani Sudah Kembali Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 18:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Presiden Prabowo

Ntvnews.id, Gorontalo - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani telah berangsur membaik setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, ia mengatakan bahwa harga TBS berpotensi naik hingga 10 persen dibandingkan sebelumnya.

Laporan tersebut disampaikan Amran di hadapan Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6).

"Kami laporkan, Bapak Presiden, TBS alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, bila perlu naik 10 persen dari sebelumnya Bapak Presiden," ujar Amran.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Petani dan Nelayan Jadi Faktor Penting Kemenangannya di Pilpres 2024

Sebelumnya, pemerintah mencermati secara serius penurunan harga TBS di tingkat petani karena kondisi tersebut tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Namun, pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti hal tersebut dengan menggelar beberapa kali pertemuan bersama pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit.

Selain itu, Amran juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memeriksa 274 perusahaan yang dinilai belum menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani sesuai dengan harga pasar.

"Kenapa? karena harga CPO dunia naik, dan dengan Pak Kapolri kami kerja sama ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan, jadi kita melakukan pemeriksaan," jelasnya.

Baca Juga: Di PENAS XVII, Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan

Amran menegaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan perkembangan harga TBS di tingkat petani karena tidak ingin petani sawit merugi ketika harga CPO dunia meningkat. Terlebih, saat ini terdapat sekitar 15 juta orang yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelapa sawit.

"Karena ada petani kita 15 juta di sana Bapak Presiden, jadi petani sawit kita ada 15 juta, ini kita angkat kesejahteraannya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan sejumlah capaian sektor pertanian selama pemerintahan Prabowo. Salah satunya terkait harga pupuk yang disebut mengalami penurunan sekitar 20 persen.

"Kami mengucapkan terima kasih mewakili petani seluruh Indonesia, harga pupuk yang selama ini sejak merdeka sampai hari ini adalah naik, tapi yang terjadi sejak kepemimpinan Bapak turun 20 persen dan tidak pernah terjadi," terangnya.

Baca Juga: BULOG Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Amran juga mengatakan bahwa kesejahteraan petani mengalami peningkatan signifikan yang tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Ia menyebut NTP pada Mei 2026 berada di kisaran 127, yang merupakan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

“NTP kesejahteraan petani kita meningkat, angka tertinggi selama 34 tahun terakhir yaitu 127," imbuhnya.

x|close