Mahasiswa hingga Petani Hari Ini Demo DPR, Mau Cor dan Kubur Badan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 09:09
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Mahasiswa Universitas Trisakti saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Mahasiswa Universitas Trisakti saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa masih cukup banyak berlangsung di wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026. Salah satu titik konsentrasi massa pendemo ialah di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Demonstrasi di sekitar Gedung DPR, digelar oleh kelompok mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) bersama Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) serta petani Sumatra.

Berdasarkan informasi, mereka berencana mengecor dan mengubur badan sendiri ketika unjuk rasa. Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes mereka. Unjuk rasa dijadwalkan berlangsung sejak pagi, tepatnya pukul 08.00 WIB.

Rencananya, mereka akan mengerahkan ribuan orang dalam aksi tersebut. Tepatnya 1.000 hingga 2.000 orang.

Adapun pendemo menuntut agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penetapan kawasan hutan yang dinilai merampas hak masyarakat atas lahan garapan.

Kemudian, menuntut pengembalian hak masyarakat dan petani atas lahan yang telah dikelola secara turun-temurun serta menghentikan kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan hak atas tanah.

Selanjutnya, mendesak Pemerintah melaksanakan reforma agraria yang berkeadilan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960.

Lalu, mendesak pembentukan Badan Nasional Reforma Agraria sebagai lembaga yang bertugas menyelesaikan konflik agraria secara komprehensif. Menuntut penyelesaian sengketa agraria secara adil dan berpihak kepada masyarakat serta menghentikan praktik mafia tanah dan penguasaan lahan oleh korporasi yang merugikan rakyat.

Terakhir, pendemo menolak praktik eksploitasi sumber daya alam yang mengutamakan kepentingan modal dan asing di atas kepentingan masyarakat serta menuntut kebijakan yang berpihak kepada petani dan rakyat kecil.

x|close