Mendagri: Pembangunan Huntara Pascabencana di Sumatera Sudah Mencapai 97 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 19:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Salah satu capaian yang menonjol adalah pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah mencapai 97 persen dari target yang ditetapkan. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Salah satu capaian yang menonjol adalah pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah mencapai 97 persen dari target yang ditetapkan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Salah satu capaian yang menonjol adalah pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah mencapai 97 persen dari target yang ditetapkan.

“Beberapa hal yang positif, termasuk juga huntara 97 persen sudah dibangun, kemarin saya pengecekan terakhir,” ujar Tito Karnavian di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito menjelaskan bahwa kemajuan pemulihan terlihat di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.

Di bidang pemerintahan, Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya mengalami gangguan aktivitas akibat dampak lumpur pascabencana kini telah kembali menjalankan pelayanan secara normal. Meski demikian, masih terdapat beberapa kantor desa yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan perbaikan lebih lanjut.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, seluruh rumah sakit di tiga provinsi terdampak dilaporkan telah kembali beroperasi sepenuhnya. Sebagian besar puskesmas juga telah memberikan layanan secara normal, meskipun beberapa fasilitas masih membutuhkan penyempurnaan.

“Kami mengapresiasi Menteri Kesehatan bekerja sangat cepat,” kata Tito.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar juga telah kembali berlangsung secara penuh. Dari total 4.922 sekolah yang terdampak bencana, mayoritas telah selesai diperbaiki dan dapat digunakan kembali untuk proses pembelajaran.

Namun demikian, masih ada sejumlah sekolah yang belum dapat beroperasi di gedung permanen karena mengalami kerusakan berat atau hilang akibat longsor dan banjir. Sebagian siswa masih menjalani kegiatan belajar di fasilitas sementara maupun menumpang di sekolah lain.

“Kemudian ada juga yang menumpang di sekolah lain, yang jumlahnya kira-kira 34 sekolah saya tidak salah, terutama di Aceh, dari 4.922 sekolah. Artinya masih ada yang harus kita kerjakan. Kemudian yang di tenda,” kata dia.

Untuk sektor infrastruktur, Tito menyebut jalan dan jembatan nasional pada umumnya sudah kembali berfungsi secara penuh. Akan tetapi, masih terdapat sejumlah jalan dan jembatan milik pemerintah daerah yang memerlukan perbaikan lanjutan.

Beberapa infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki bahkan kembali mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah pegunungan di Sumatera.

Meski masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan, layanan dasar masyarakat terus menunjukkan perbaikan. Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah beroperasi kembali, sebagian besar pasar juga telah dibuka, dan hanya tersisa 13 pasar yang masih memerlukan rehabilitasi.

Pasokan listrik di wilayah terdampak pun hampir sepenuhnya pulih. Hanya beberapa desa yang masih mengalami kendala karena akses jalan menuju lokasi belum sepenuhnya terbuka. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menyediakan generator listrik dan layanan internet berbasis satelit.

Tito menilai penyediaan hunian sementara menjadi salah satu keberhasilan penting dalam penanganan pascabencana di Sumatera.

“Di Sumatera Barat sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda sejak hampir dua bulan lalu. Di Sumatera Utara sempat muncul kembali tenda pengungsian akibat banjir susulan di Tapanuli Tengah, namun saat ini sudah tertangani,” kata Tito.

Ke depan, pemerintah akan memprioritaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pada pembangunan infrastruktur permanen, terutama jalan dan jembatan daerah yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.

“Jadi tinggal prioritas kita ke depan yang paling utama adalah mempermanenkan infrastruktur, jalan, jembatan, jembatan daerah, jalan daerah yang belum tersentuh itu harus dikerjakan, entah oleh Pemda atau diambil alih oleh pusat," kata dia.

x|close