Menko Pratikno Targetkan Penurunan Angka Kekerasan Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 20:17
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko PMK Pratikno Menko PMK Pratikno (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan angka kekerasan terhadap anak yang saat ini tercatat berada di kisaran 21.000 kasus. Penurunan angka kekerasan ini menjadi indikator utama keberhasilan program perlindungan anak di berbagai sektor.

“Indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Itu indikator yang paling mudah dilihat. Kekerasan dalam keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan juga ruang digital,” ujar Pratikno, Selasa, 4 Agustus 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan instrumen yang sudah ada di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang memiliki aparat hingga ke daerah, serta Kementerian Desa (Kemendes) yang memiliki kader di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Kemenko PMK bekerja sama erat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menggerakkan aparat pemerintah daerah. Pratikno menyatakan tidak akan menerbitkan aturan baru, melainkan fokus pada konsolidasi aturan yang sudah ada.

“Kami sudah mengonsolidasikan dengan Kemendagri. Sudah banyak edaran dan aturan yang berlaku ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Kita tidak menambah edaran baru karena pada prinsipnya substansinya sudah ada,” tegasnya.

Strategi unik yang diambil pemerintah adalah dengan menyisipkan isu perlindungan anak dalam forum koordinasi mingguan yang biasanya membahas pengendalian inflasi. Forum rutin setiap hari Senin yang dipimpin Menteri Dalam Negeri tersebut akan digunakan untuk berkomunikasi dan mengajak partisipasi aktif seluruh kepala daerah.

“Jadi, ketika berbicara inflasi, kita sekaligus berbicara mengenai hal-hal yang lain, termasuk berbicara mengenai ruang aman dan nyaman untuk anak,” tambah Pratikno.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengawasan yang lebih ketat dan berkelanjutan di daerah. Pemerintah menargetkan terciptanya ruang aman bagi anak, tidak hanya di lingkungan fisik seperti rumah dan sekolah, tetapi juga memastikan keamanan anak-anak di ruang digital yang kian rentan.

HIGHLIGHT

x|close