Putin Hapus Utang Bagi Warga Rusia yang Gabung Militer Perang Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin di ibu kota Rusia, Moskow, Rusia pada 29 Januari 2026. ANTARA/Sefa Karacan - Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin di ibu kota Rusia, Moskow, Rusia pada 29 Januari 2026. ANTARA/Sefa Karacan - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menerbitkan dekrit yang memberikan penghapusan utang hingga 10 juta rubel atau sekitar US$139.273 atau setara Rp2,48 miliar bagi warga yang baru direkrut ke militer untuk perang di Ukraina.

Dilansir dari DW, Jumat, 29 Mei 2026, kebijakan tersebut berlaku bagi rekrutan yang menandatangani kontrak setelah 1 Mei 2026 dan memiliki utang maksimal 10 juta rubel, dengan ketentuan utang tersebut dibuat sebelum tanggal tersebut.

Syarat lainnya, penerima fasilitas harus menandatangani kontrak minimal satu tahun dan ditugaskan dalam “operasi militer khusus”, istilah yang digunakan Rusia untuk invasi ke Ukraina.

Kebijakan itu tidak hanya berlaku bagi prajurit, tetapi juga dapat mencakup pasangan mereka.

Selain penghapusan utang, Putin juga menandatangani aturan yang memperluas kewenangan pengerahan pasukan bersenjata di luar negeri untuk melindungi warga negara Rusia yang menghadapi proses hukum di negara lain.

Baca Juga: Vladimir Putin Dijadwalkan Kunjungi China Pekan Depan

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang bagi Rusia melakukan intervensi militer di luar negeri apabila warga Rusia dianggap terancam oleh proses hukum yang dinilai tidak sesuai atau tanpa persetujuan Moskow.

Ketua komite pertahanan parlemen Rusia, Andrey Kartapolov, menyebut aturan itu dapat diterapkan dalam kasus tertentu, termasuk kasus warga Rusia Alexander Butyagin yang sempat ditangkap di Polandia pada 2025.

Butyagin sendiri telah dibebaskan pada April lalu dalam skema pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina.

Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kepala agensi berita internasional besar di St. Petersburg, Rusia 18 Juni 2025. ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa. <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kepala agensi berita internasional besar di St. Petersburg, Rusia 18 Juni 2025. ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa. (Antara)

Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung sejak 2022 dan menimbulkan ribuan korban jiwa, baik dari kalangan sipil maupun militer. Berbagai upaya diplomasi dan proposal perdamaian internasional hingga kini belum berhasil menghentikan konflik tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, Moskow juga memperingatkan warga asing di Kyiv untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, seiring rencana serangan yang disebut akan menyasar lokasi-lokasi strategis terkait pengembangan drone.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut target serangan mencakup fasilitas pengembangan, produksi, hingga pengoperasian UAV.

x|close