AMKI Yakin Kopdes Merah Putih Akan Ramai Di Mana Pun Lokasinya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 23:19
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. (Dok. )

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026.

“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obatnya generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,” ujar Presiden Prabowo.

“Akan ada logistik desa. Akan ada gudang. Akan ada cold storage ruang pendingin, supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” tambah Presiden lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Frans Meroga Panggabean menilai peringatan Harkopnas tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi gerakan koperasi nasional.

"Hari ini, 12 Juli 2026, merupakan Hari Koperasi Nasional ke-79. Kita patut bersyukur karena pada momentum kali ini terlihat jelas bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung dan berpihak kepada koperasi," kata Frans.

Menurut Frans, selama 27 tahun berkecimpung dalam gerakan koperasi, baru kali ini ia merasakan keberpihakan pemerintah yang begitu besar terhadap koperasi.

"Selama saya berkecimpung dalam gerakan koperasi selama 27 tahun terakhir, belum pernah ada pemerintahan yang memberikan dukungan sebesar ini kepada koperasi. Baru kali ini, dan ini merupakan sebuah sejarah," ujarnya.

Di hadapan lebih dari 12.000 orang masyarakat gerakan koperasi yang hadir, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran KDKMP tersebut harus mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir sekaligus menjadi saluran distribusi berbagai barang bersubsidi agar tepat sasaran.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus, barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” tegas Presiden.

Kembali Ketua Umum AMKI menyambut baik sikap tegas Presiden Prabowo terkait peran dan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini.

Frans menilai apabila KDKMP benar-benar berperan sebagai penyalur utama barang bersubsidi, maka otomatis di manapun lokasi KDKMP tersebut berada, akan tetap diramaikan oleh masyarakat desa.

“Ya sekalipun berada di tengah tambak atau di puncak gunung sekalipun, pasti warga desa akan tetap mengejar demi membeli barang bersubsidi dengan harga terjangkau seperti beras SPHP, Minyakita, gas elpiji 3 kilo, serta pupuk bersubsidi,” jelas Frans.

Ia mengakui pelaksanaan program KDKMP memang masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, menurutnya, kritik terhadap pembangunan gerai KDKMP perlu disikapi secara proporsional karena setiap lokasi pembangunan pastinya telah melalui mekanisme musyawarah desa.

“Keputusan lokasi pembangunan gerai KDKMP kan pasti adalah hasil musyawarah seluruh elemen desa, berarti mereka kan pasti sudah berencana bahwa lokasi itu akan dijadikan pusat keramaian baru di desa tersebut, sekalipun di tengah tambak atau di puncak gunung,” cetus Frans lagi.

Akhirnya Presiden Prabowo turut memproyeksikan keberadaan KDKMP akan menggerakkan perekonomian nasional dengan perputaran dana hingga Rp223 triliun setiap tahun di desa-desa, serta meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi tempat rakyat memperoleh modal, menjual hasil produksi, mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati subsidi pemerintah secara tepat sasaran.

x|close