Ntvnews.id
Dalam forum itu, Alimov menyoroti penggunaan sistem internet satelit Orbit Rendah Bumi yang menurutnya beroperasi tanpa melalui regulator nasional di sejumlah negara. Ia menilai teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk kepentingan politik tertentu.
"Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional, digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes," kata dia.
Baca Juga: AHY: Asia Harus Bangun Ketahanan di Tengah Geopolitik yang Kian Rapuh
Alimov juga menyinggung hubungan antara SpaceX sebagai perusahaan pengelola Starlink dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Menurut dia, keterlibatan perusahaan tersebut sebagai kontraktor Pentagon menjadi perhatian serius bagi Rusia.
"Kita sekarang melihat bagaimana perusahaan ini berkembang di pasar global dengan dalih kemudahan komunikasi satelit, secara efektif memperoleh kemampuan untuk memengaruhi penduduk negara lain. Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan," ujar Alimov.
Baca Juga: DEN Ajak Masyarakat Hemat BBM di Tengah Ancaman Geopolitik Global
Karena itu, Rusia mendorong adanya regulasi yang lebih transparan terhadap penggunaan sistem komunikasi satelit semacam Starlink. Selain itu, operator layanan tersebut juga diminta mematuhi hukum nasional di setiap negara tempat mereka beroperasi.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Roket SpaceX Falcon 9 dengan 23 satelit Starlink di dalamnya diluncurkan dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station di Florida, Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/SpaceX/aa. (Antara)