DEN Ajak Masyarakat Hemat BBM di Tengah Ancaman Geopolitik Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 23:32
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha memberikan keterangan dalam sarasehan energi bertajuk transisi energi di tengah disrupsi geopolitik global di Kampus ITB Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga) Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha memberikan keterangan dalam sarasehan energi bertajuk transisi energi di tengah disrupsi geopolitik global di Kampus ITB Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga) (Antara)

Ntvnews.id , Bandung - Dewan Energi Nasional (DEN) mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan penghematan energi, khususnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sebagai langkah antisipasi terhadap isolasi geopolitik dunia yang berpotensi mempengaruhi stabilitas energi global. Konflik di kawasan Timur Tengah dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gejolak harga energi internasional.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menilai perubahan pola konsumsi energi masyarakat menjadi langkah penting guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Menurutnya, penggunaan transportasi publik dan penerapan pola berkendara yang efisien dapat membantu menekan konsumsi energi nasional.

Baca Juga:  Bahlil Siapkan KEK di Sumatera untuk Penyimpanan Minyak dan Cadangan Energi Nasional

“Kita meminta masyarakat untuk melakukan efisiensi. Ya bermobil berkendara dengan efisien dengan cara memaksimalkan penggunaan daripada transportasi publik. Ya, itu sudah mengurangi konsumsi. Insya Allah bagi mereka yang mampu untuk membeli mobil listrik, gunakanlah mobil listrik itu dengan baik,” ujar Satya dalam sarasehan energi bertajuk transisi energi di tengah disrupsi geopolitik global di Kampus Institut Teknologi Bandung, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa pengurangan konsumsi BBM secara mandiri akan berdampak langsung terhadap menurunnya kebutuhan impor energi nasional.

“Dengan demikian, konsumsi BBM itu bisa ditekan jauh. Ketergantungan kita pada impor juga pasti akan berkurang,” ujar dia.

Baca Juga:  Narendra Modi Ajak Warga India Hemat BBM di Tengah Krisis Timur Tengah

Meski situasi global sedang memanas, DEN menyebut kondisi ketahanan energi Indonesia masih berada dalam kategori aman. Saat ini, indeks ketahanan energi nasional tercatat di angka 7,13 dari skala 10, sementara cadangan operasional BBM nasional diperkirakan mampu bertahan selama 21 hingga 28 hari. Pemerintah juga telah menyiapkan regulasi melalui PP Nomor 40 Tahun 2016 sebagai dasar penanganan krisis dan kondisi darurat energi jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan.

Selain mendorong efisiensi konsumsi energi, pemerintah juga memperkuat langkah jangka panjang dengan meningkatkan produksi energi domestik, mempercepat pengembangan lapangan minyak dan gas baru, serta memperluas penggunaan energi alternatif guna memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ancaman gangguan global.

(Sumber: Antara)

x|close