Bahlil Siapkan KEK di Sumatera untuk Storage Minyak dan Cadangan Energi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 17:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas storage atau penyimpanan minyak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatera sebagai langkah memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.

“Kami berencana akan membangun itu di Sumatera. Kami akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus,” ucap Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Bahlil, proyek pembangunan storage minyak tersebut saat ini masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Fasilitas itu nantinya diharapkan dapat memperbesar kapasitas cadangan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Selain untuk kepentingan nasional, pemerintah juga menawarkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan storage hub minyak regional bagi negara-negara ASEAN.

Meski demikian, Bahlil menegaskan Indonesia tetap akan melanjutkan pembangunan storage minyak di Sumatera meskipun usulan storage hub ASEAN tidak disepakati negara-negara anggota.

“Tanpa ide itu pun (pembangunan storage hub ASEAN), Indonesia kan sudah membangun storage minyak. Ide itu (storage hub ASEAN) muncul di saat Indonesia sudah siap untuk mengimplementasikan,” kata Bahlil.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU karena Upgrade

Hingga kini, ASEAN masih membahas lokasi pembangunan pusat cadangan minyak kawasan tersebut. Untuk mendukung realisasi proyek itu, Indonesia disebut akan menjalin kerja sama dengan Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Bahlil menyampaikan keberadaan storage hub minyak regional akan memperkuat pasokan energi Asia Tenggara dan membantu negara-negara anggota menghadapi potensi gangguan distribusi minyak global.

“Di Asia Tenggara, kami kemarin merumuskan akan bikin hub untuk storage cadangan minyak untuk ASEAN. Ini adalah ide yang bagus,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Akhirnya, Bahlil Tunda Kenaikan Pungutan Baru Royalti Tambang

Di sisi lain, para menteri ekonomi ASEAN juga disebut menyetujui percepatan penyelesaian ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) di tengah terganggunya jalur pasokan minyak dunia.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan proses ratifikasi APSA akan dirampungkan sebelum KTT ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.

Kesepakatan APSA memungkinkan negara anggota ASEAN saling memasok bahan bakar ketika salah satu negara mengalami kekurangan stok minimal 10 persen dari kebutuhan domestiknya. KTT ke-49 ASEAN sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10–12 November 2026 di Manila.

(Sumber: Antara)

x|close