Akhirnya, Bahlil Tunda Kenaikan Pungutan Baru Royalti Tambang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 13:35
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menunda penerapan pungutan baru royalti tambang untuk sejumlah komoditas seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak guna menyusun formulasi kebijakan yang dinilai lebih baik dan seimbang.

“Setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha, maka ini saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Bahlil menjelaskan formulasi baru terkait royalti tambang tersebut akan diupayakan agar mampu memberikan keuntungan bagi negara, sekaligus tidak memberatkan pelaku usaha di sektor pertambangan.

Ia juga menegaskan bahwa sidang dengar pendapat yang berlangsung pada Jumat, 08 Mei 2026 terkait usulan perubahan tarif royalti komoditas tambang, sejauh ini masih sebatas tahap sosialisasi dan belum menjadi keputusan final pemerintah.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU karena Upgrade

Sejumlah truk pengangkut batu bara parkir di area pertambangan yang berada di kawasan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/sgd <b>(Antara)</b> Sejumlah truk pengangkut batu bara parkir di area pertambangan yang berada di kawasan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/sgd (Antara)

“(Target Juni) Masih kami pikirkan lagi. Andaikan pun itu harus mencari formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan pengusaha tetapi juga pendapatan negara juga bisa kita optimalkan,” ucap Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia yang pada perdagangan Senin pagi dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Hari Rachmansyah menilai pergerakan IHSG dalam tiga hari perdagangan mendatang akan dipengaruhi dinamika geopolitik global serta kebijakan tarif royalti komoditas tambang.

Menurut Hari, kebijakan tersebut tidak lagi sekadar wacana karena sebelumnya ditargetkan mulai diberlakukan pada Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa dari seluruh komoditas yang terdampak, emas menjadi komoditas dengan kenaikan tarif paling signifikan secara persentase di batas bawah hingga mencapai 100 persen.

Baca Juga: Kejati Jatim Dalami Kasus Dugaan Pungli Izin Tambang, Kantor ESDM Kembali Digeledah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berbicara dalam acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana) <b>(Antara)</b> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berbicara dalam acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana) (Antara)

Kondisi itu dinilai berpotensi memberikan tekanan langsung di tengah harga emas dunia yang masih berada pada level tinggi.

Sementara itu, komoditas timah disebut menjadi sektor yang paling terdampak secara keseluruhan karena kenaikan tarif royalti terjadi pada kedua sisi rentang tarif sekaligus.

(Sumber: Antara)

x|close