Mark Zuckerberg Umumkan PHK 8 Ribu Karyawan Meta demi Percepat Pengembangan AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 10:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
CEO Mark Zuckerberg. (Foto: Loren Elliott/Reuters) CEO Mark Zuckerberg. (Foto: Loren Elliott/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali terjadi di raksasa teknologi Meta Platforms Inc. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu mulai memberhentikan ribuan karyawan di berbagai negara sebagai bagian dari restrukturisasi besar demi menekan biaya operasional sekaligus mempercepat investasi di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pemberitahuan PHK disampaikan kepada karyawan Meta pada Rabu pagi waktu setempat. Karyawan di kawasan Asia menjadi yang pertama menerima informasi tersebut sekitar pukul 04.00 waktu Singapura, sementara pegawai di Amerika Serikat menerima pemberitahuan pada pagi hari.

Di tengah langkah efisiensi besar-besaran tersebut, CEO Meta Mark Zuckerberg memastikan perusahaan tidak berencana melakukan PHK massal tambahan sepanjang tahun ini. Pernyataan itu disampaikan melalui memo internal yang ditinjau Bloomberg News.

“Ini adalah masa paling dinamis yang pernah saya lihat di industri kita,” tulis Zuckerberg.

Baca Juga: AHY Tinjau PT PAL Indonesia, Dorong Penguatan Kolaborasi Sektor Industri dan Pembangunan Infrastruktur

Ia juga mengaku optimistis terhadap posisi Meta dalam persaingan pengembangan AI serta kemampuan perusahaan menghadirkan teknologi AI superintelligence bagi pengguna.

“Kami sedang mentransformasi perusahaan untuk memastikan Meta akan selalu menjadi tempat terbaik bagi orang-orang bertalenta agar bisa memberikan dampak terbesar,” lanjutnya.

Meta diketahui memang tengah melakukan transformasi besar untuk memperkuat fokus bisnis pada teknologi AI. Perusahaan bahkan meminta sebagian karyawan bekerja dari rumah selama proses pengurangan sekitar 8.000 posisi kerja secara global berlangsung.

PHK terbaru ini disebut paling banyak berdampak pada tim engineering dan pengembangan produk. Sumber internal yang mengetahui rencana perusahaan menyebut pemangkasan dilakukan untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan cepat bergerak.

Di Irlandia, Meta dilaporkan memangkas sekitar 350 pekerjaan atau hampir seperlima dari total tenaga kerja perusahaan di negara tersebut. Namun pihak Meta menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait jumlah pasti PHK di tiap wilayah.

Baca Juga: Pramono Terpilih Jadi Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities

Langkah Meta menuai perhatian kalangan akademisi dan pengamat ekonomi. Profesor ekonomi dan ilmu perilaku dari University of Oxford, Jan-Emmanuel De Neve, menilai perusahaan teknologi berisiko kehilangan daya tarik sebagai tempat kerja jika terlalu mengutamakan otomatisasi dibanding sumber daya manusia.

“Perusahaan otomatisasi seperti Meta berisiko tidak lagi menjadi tempat kerja pilihan ketika mulai terlihat bahwa mereka akan menggantikan manusia saat ada kesempatan,” ujarnya.

Menurutnya, strategi tersebut mungkin memberikan penghematan biaya dalam jangka pendek, namun dapat berdampak pada penurunan keterlibatan dan kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang.

Sebelumnya, pada Senin lalu, Meta juga telah mengumumkan pemindahan sekitar 7.000 pegawai ke tim baru yang khusus menangani pengembangan AI, termasuk produk dan agen berbasis kecerdasan buatan.

Hingga akhir Maret lalu, Meta tercatat memiliki hampir 80.000 karyawan di seluruh dunia sebelum proses pemindahan dan PHK dilakukan.

Baca Juga: Pemerintah Tutup 172 Perlintasan Sebidang Ilegal Demi Keselamatan Kereta Api

Kepala Divisi SDM Meta, Janelle Gale, dalam memo internal perusahaan menyebut Meta kini ingin membangun struktur kerja yang lebih datar dengan tim kecil agar pengambilan keputusan lebih cepat.

“Kami kini berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat bekerja dengan struktur yang lebih datar, dengan tim-tim kecil yang bisa bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar,” kata Gale.

Ia menambahkan perubahan struktur tersebut diyakini akan meningkatkan produktivitas sekaligus membuat pekerjaan lebih bermakna bagi karyawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Zuckerberg memang menjadikan AI sebagai prioritas utama Meta. Perusahaan menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar dolar AS untuk belanja modal AI tahun ini demi bersaing dengan perusahaan teknologi lain seperti Google milik Alphabet Inc. dan OpenAI.

Fokus besar terhadap AI juga mengubah cara kerja Meta. Zuckerberg disebut mendorong para engineer menggunakan agen AI untuk membantu proses coding dan berbagai tugas teknis lainnya. Bahkan, ia juga mengembangkan asisten AI pribadi untuk membantu menjalankan sebagian tugasnya sebagai CEO, termasuk mengumpulkan masukan dari karyawan.

x|close