Ntvnews.id, Jakarta - Tangis seorang muse model berinisial AJDV alias AWS pecah usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait penyebaran kabar bohong mengenai dirinya yang disebut menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Perempuan tersebut tampak tak mampu menahan air mata ketika keluar dari ruang pemeriksaan pada Kamis (21/5/2026) malam.
"Iya (Diperiksa) di Siber dalam rangka meminta penjelasan yang bersangkutan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Kamis (21/5/2026).
Pemeriksaan terhadap AJDV dilakukan sejak siang hari. Ia baru meninggalkan ruang pemeriksaan sekitar pukul 20.26 WIB. Saat keluar dari gedung pemeriksaan, AJDV terlihat mengenakan jaket biru dengan wajah tertutup masker dan kepala dibalut hoodie. Ia berjalan didampingi seorang perempuan serta dua anggota kepolisian.
Suasana haru terlihat ketika sejumlah wartawan mencoba meminta keterangan. Namun AJDV sama sekali tidak memberikan jawaban. Ia hanya tertunduk sambil menangis tersedu-sedu sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 22 Mei 2026: UBS, Galeri24 dan Antam Naik Rp2,89 Juta per Gram
Kasus ini bermula dari beredarnya informasi di media sosial yang menyebut AJDV menjadi korban pembegalan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Narasi tersebut bahkan menyebut dirinya menjalani perawatan di RS Sumber Waras.
Menindaklanjuti kabar yang viral tersebut, pihak kepolisian melakukan penelusuran bersama sejumlah pihak terkait. Hasilnya, polisi memastikan AJDV bukan korban tindak kriminal seperti yang ramai diberitakan.
"Kami jelaskan dari Direktorat PPA dan PPO bersama Satres PPA PPO Jakarta Barat dan Polsek Kebun Jeruk, didampingi oleh UPT P3A dan Psikologi, termasuk Dokkes Polda Metro Jaya itu melakukan proaktif mendatangi saudari AWS dan sudah melakukan interogasi," ujarnya.
"Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya," tambah dia.
Polisi menyebut pemeriksaan dan pendalaman dilakukan untuk memastikan fakta sebenarnya di balik informasi yang beredar luas di media sosial tersebut.
Dari hasil pendalaman, polisi mengungkap alasan AJDV menyebarkan cerita bohong mengenai pembegalan. Menurut Budi Hermanto, tindakan itu dilakukan karena iseng sekaligus ingin mengglorifikasi maraknya kasus begal yang sedang viral.
Baca Juga: Presiden Korsel Ancam Tangkap Netanyahu usai Israel Tahan Relawan Bantuan Gaza
"Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi tadi siang dan sudah dilakukan pendalaman. Jadi kita putuskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," bebernya.
Polda Metro Jaya juga menyatakan telah memberikan pendampingan psikologis kepada AJDV selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan dan kami putuskan, simpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," sebutnya.
Di sisi lain, pihak RS Sumber Waras turut memberikan klarifikasi terkait kabar yang sempat beredar. Rumah sakit tersebut memastikan tidak menemukan data pasien dengan identitas seperti yang disebut di media sosial.
Perwakilan manajemen RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan data pasien yang menyebutkan nama seperti yang beredar di media sosial.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ilustrasi - Begal motor di Jakarta. (ANTARA)