Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menilai Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.
Program tersebut saat ini telah berjalan di 1.110 desa yang tersebar di 25 kabupaten dan 9 provinsi di Indonesia.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan Program TEKAD difokuskan pada daerah-daerah yang membutuhkan afirmasi khusus dengan pendekatan pemberdayaan berdasarkan potensi unggulan masing-masing kampung.
“Program TEKAD ini memberdayakan masyarakat di kampung-kampung dengan pendekatan sesuai potensi masing-masing. Tujuannya adalah menaikkan taraf ekonomi masyarakat di lokus TEKAD sekaligus memperkecil kesenjangan antara Indonesia timur dengan Indonesia barat,” kata Yandri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga: Kemendes PDT Dorong Pengembangan Desa Wisata di Anyer-Carita-Cinangka
Dalam Workshop Nasional Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pelaksanaan Program TEKAD, Yandri menjelaskan program tersebut mendukung misi Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Melalui Program TEKAD, pemerintah juga mendorong pembentukan desa-desa tematik guna mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Sejumlah desa dikembangkan menjadi Desa Buah-buahan, Desa Ayam Petelur, hingga Desa Ikan Nila. Selain itu, desa dengan komoditas unggulan seperti kopi, kemiri, dan vanili juga diarahkan menjadi Desa Ekspor.
Melihat dampak positif program tersebut, Yandri berencana meminta International Fund for Agricultural Development (IFAD) agar kerja sama dalam Program TEKAD dapat terus dilanjutkan, terutama untuk mendukung desa-desa yang memiliki potensi besar namun belum terkelola maksimal.
Baca Juga: MBG Berhasil Dongkrak Ekonomi Desa, Prabowo: Uang Beredar Capai Rp10,8 Miliar
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT, Tabrani melaporkan hingga saat ini Program TEKAD telah menjangkau 165.370 rumah tangga, 330.740 penerima layanan, dan 744.165 anggota keluarga.
Pada tahun anggaran 2026, strategi pelaksanaan program diperkuat melalui pendampingan tenaga profesional mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan stimulan berupa pembuatan demplot, Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD), hingga Dana Investasi atau Investment Fund.
“Selain bantuan stimulan dan pendampingan, pada tahun ini kami juga memprioritaskan program peningkatan kapasitas serta perluasan kerja sama antar-sektor,” kata Tabrani.
(Sumber: Antar)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (tengah, kopiah hitam) berwafoto dengan para peserta dan pembicara dalam pembukaan acara (Antara)