Sebanyak 1.061 Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi di Jatim dan Jateng

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 12:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga berbelanja kebutuhan pokok di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Metuk, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 28 Oktober 2025. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA) Warga berbelanja kebutuhan pokok di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Metuk, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 28 Oktober 2025. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah mulai beroperasi dan siap menampung berbagai hasil produksi masyarakat desa.

‎“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujar Ferry dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Ferry, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa dengan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih di Nganjuk, Prabowo: Tonggak Bersejarah

Selain berfungsi menyerap hasil produksi warga, koperasi juga dipastikan akan berperan dalam penyaluran dan penyediaan kebutuhan pokok serta barang subsidi untuk masyarakat desa.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara simbolis di Koperasi Merah Putih Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Ferry menjelaskan bahwa operasionalisasi 1.061 unit koperasi tersebut merupakan tahap awal dari pengembangan KDKMP secara nasional.

‎“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100 persen untuk sekitar 9.200 unit, namun tahap pertama yang dioperasikan sebanyak 1.061 unit,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan perluasan operasional koperasi dalam skala besar pada tahap berikutnya.

Pada Agustus 2026, jumlah KDKMP yang aktif beroperasi ditargetkan mencapai puluhan ribu unit.

‎“Meskipun ditargetkan 20.000 unit, kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih dari itu,” ujar Ferry.

Di sisi lain, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji solusi terkait keterbatasan lahan di sejumlah wilayah yang belum memenuhi syarat minimal lahan seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan koperasi.

Baca Juga: Menkop Sebut Prabowo Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juli 2026

‎“Kami sedang mempertimbangkan desain pembangunan gerai dan gudang secara vertikal untuk wilayah dengan keterbatasan lahan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pihaknya bersama TNI yang bertugas membangun gerai, gudang, serta sarana pendukung lainnya optimistis target operasional 30.000 unit KDKMP pada tahap berikutnya dapat tercapai.

Di sisi lain, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan pembangunan KDKMP di wilayah Pulau Jawa secara umum tidak menemui hambatan berarti.

Namun demikian, tantangan masih ditemukan di sejumlah daerah terpencil, terutama yang berkaitan dengan akses wilayah dan keterbatasan infrastruktur.

(Sumber: Antara)

x|close