Menhan Sjafrie Ungkap BoP 'Left Behind' Gara-gara Perang Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 17:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat rapat dengan Komisi I DPR RI. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat rapat dengan Komisi I DPR RI. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan kisah di balik bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Sjafrie, BoP lahir atas inisiatif Trump guna membantu Palestina.

"Yang menarik, Israel meningkatkan tekanan internasional yang berkaitan dengan Gaza. Nah inilah yang mengaitkan kita terhadap BoP. Sebagaimana diketahui, bahwa BoP itu adalah suatu inisiatif dari Presiden AS untuk membantu Palestina di Gaza," ujar Sjafrie dalam rapat Komisi I DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

"Dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80.000 jiwa, yang korban di Gaza. Nah inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden AS untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan politik di Gaza," imbuhnya.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Motivasi ASN Komcad Perkuat Jiwa Bela Negara

Sjafrie mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Trump. Ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, serta sangat memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza.

Karenanya, kata Sjafrie, Trump pun memasukkan Indonesia ke dalam BoP.

"Sehingga dia dimasukkan ke dalam BoP, dan bersama-sama dengan beberapa negara Arab, Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya. Kemudian juga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan yang sifat kekuatan fisik yang bisa menimbulkan korban di Gaza. Ini yang jadi catatan kita, dan ini disetujui beberapa negara Arab, termasuk Saudi Arabia," jelas Sjafrie.

Di samping BoP, Trump juga membentuk International Stabilization Force (ISF), di mana Indonesia kembali masuk di dalamnya. Walau begitu, kata Sjafrie ISF dan BoP kini left behind imbas perang AS vs Iran.

"Karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi, sehingga BoP cenderung left behind. Nah, karena BoP left behind, ISF juga left behind, walaupun kita di Indonesia, Panglima TNI sudah menyiapkan brigade komposit untuk geostrategi dan geopolitik dan inisiatif Presiden AS belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai saat ini ISF kita masih standby," tandasnya.

x|close