Ntvnews.id, Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Palopo terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerjanya.
Kepala Kantor Imigrasi Palopo, Yogie Kashogie, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini fokus memantau dinamika di lima wilayah kerja, dengan perhatian khusus pada sektor pariwisata dan industri.
Yogie menjelaskan bahwa Kabupaten Toraja Utara menjadi salah satu titik dengan aktivitas WNA tertinggi karena daya tarik wisatanya. Namun, ia mencatat masih banyak wisatawan mancanegara yang lalai terkait masa berlaku izin tinggal mereka.
"Di Toraja Utara, masalah yang sering muncul adalah orang asing yang berwisata namun lupa memperpanjang atau memperhatikan izin tinggal mereka," ujar Yogie Kashogie di kantornya, 19 Mei 2026.
Baca Juga: Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional
Selain sektor pariwisata di Toraja, pengawasan ketat juga dilakukan di wilayah Luwu yang menjadi pusat industri strategis. Di daerah tersebut, terdapat sejumlah perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan nikel hingga produksi cokelat yang mempekerjakan tenaga kerja asing.
Yogie juga mengungkap satu kasus menonjol yang kini tengah ditangani. Pihak Imigrasi Palopo sedang menahan seorang WNA asal Filipina di ruang detensi. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai identitas pria tersebut.
"Berdasarkan laporan masyarakat, yang bersangkutan memiliki KTP Indonesia. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan bahwa ia juga memiliki kartu NBI (National Bureau of Investigation) dari Filipina. Saat ini subjek berada di ruang detensi untuk proses lebih lanjut," tegasnya.
Guna meminimalisir pelanggaran keimigrasian di masa depan, Kantor Imigrasi Palopo tengah menyiapkan strategi edukasi melalui "Bank Konten". Program ini bertujuan untuk menyediakan informasi kreatif dan edukatif agar masyarakat lebih paham mengenai aturan hukum keimigrasian.
Tak hanya itu, Imigrasi Palopo juga memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput dengan menerjunkan petugas Imigrasi pembina desa. Langkah ini terinspirasi dari peran Babinsa di TNI, di mana petugas imigrasi akan memantau langsung keberadaan orang asing maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) di desa-desa.
"Kami sudah memiliki petugas imigrasi pembina desa. Tugasnya ibarat Babinsa, mereka melakukan pengawasan langsung terhadap orang asing dan memantau pergerakan PMI untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan," pungkas Yogie.
Dengan kombinasi penegakan hukum, inovasi digital, dan pendekatan kewilayahan ini, Kantor Imigrasi Palopo berharap dapat menciptakan iklim keamanan dan ketertiban yang lebih baik di wilayah Luwu Raya dan sekitarnya.
Kepala Kantor Imigrasi Yogie Kashogie (Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo) (NTVNews)