Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik Jadi Siaga Level III

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 17:37
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Badan Geologi Ilustrasi: Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Badan Geologi (Antara)

Ntvnews.id, Kuningan - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga pada Selasa, 12 Mei 2026 sore.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan visual maupun instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Kenaikan status tersebut berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan dalam beberapa hari terakhir,” kata Lana Saria dalam keterangannya.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter

Tim ahli Badan Geologi mencatat selama periode Jumat, 01 Mei 2026 hingga Senin, 11 Mei 2026 aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki didominasi oleh gempa vulkanik dalam dengan jumlah mencapai 21 hingga 32 kejadian setiap hari, terutama pada periode 1 sampai 4 Mei 2026.

Menurut Lana, kondisi tersebut mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api.

Selain itu, aktivitas tremor non-harmonik juga tercatat cukup tinggi dan berlangsung secara persisten dengan kisaran 17 hingga 27 kejadian per hari.

Badan Geologi menilai dominasi tremor tersebut menjadi tanda bahwa sistem fluida di bagian dangkal gunung api masih aktif dan terus bergerak secara berkelanjutan.

Secara visual, peningkatan aktivitas di permukaan mulai tampak melalui kemunculan guguran material dan hembusan dari kawah pada beberapa hari pengamatan, terutama pada Sabtu, 02 Mei 2026 hingga Minggu, 03 Mei 2026, serta Rabu, 06 Mei 2026.

Aktivitas itu menunjukkan tekanan dari dalam gunung mulai memengaruhi area permukaan kawah.

Badan Geologi juga mendeteksi adanya deformasi tubuh gunung berdasarkan data tiltmeter Wolorona yang memperlihatkan tren inflasi atau peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api.

Kondisi tersebut menunjukkan sistem magmatik Gunung Lewotobi Laki-Laki sedang berada dalam fase pengisian ulang tekanan secara aktif.

Lana menyebut pola aktivitas vulkanik yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum erupsi pada 2024 dan 2025.

Kesamaan tersebut terlihat dari meningkatnya gempa vulkanik dalam yang kemudian diikuti deformasi inflasi serta tingginya aktivitas tremor harmonik dan non-harmonik.

Baca Juga: Badan Geologi Sebut Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi

Berdasarkan perkembangan tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar jika hujan lebat terjadi.

Wilayah yang diminta waspada meliputi Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Selain itu, warga yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari paparan abu.

(Sumber: Antara)

x|close