Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam laporan resminya.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 07.24 Wita. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang terpantau condong ke arah timur laut.
Aktivitas erupsi ini terekam di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api dengan amplitudo maksimum 7,4 mm dan durasi sekitar 2 menit 47 detik. Letusan tersebut menambah rangkaian aktivitas vulkanik gunung yang sebelumnya juga mengalami erupsi pada Maret 2026.
Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (ANTARA)
Meski terjadi erupsi, status gunung saat ini masih berada pada Level II atau waspada. Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sejumlah wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, terutama saat curah hujan tinggi.
Baca Juga: 11 Bandara Perintis di Papua Kembali Beroperasi Usai Insiden Penembakan
Bagi warga yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan guna menghindari gangguan pernapasan.
Secara historis, Gunung Lewotobi Laki-laki dikenal memiliki karakter erupsi eksplosif yang dapat menghasilkan lontaran material pijar, abu vulkanik, aliran lava, hingga awan panas. Periode erupsinya pun bervariasi, mulai dari satu hingga 29 tahun.
Data pemantauan satelit terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api juga menunjukkan pola deflasi atau pengempisan tubuh gunung, yang mengindikasikan tidak adanya suplai magma besar dari dalam.
Sebelumnya, erupsi besar gunung ini terjadi pada November 2024 serta periode Maret hingga Oktober 2025. Pada Maret 2025, letusan bahkan menghasilkan kolom abu setinggi 8 hingga 10 kilometer dan diikuti puluhan erupsi dalam sepekan hingga Oktober.
Dampak dari aktivitas tersebut cukup signifikan, dengan lebih dari 500 kepala keluarga harus mengungsi dan direlokasi berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Badan Geologi, karena permukiman mereka rusak berat dan berada di kawasan rawan bencana.
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi (Antara)