BGN Prioritaskan Motor untuk Distribusi Program MBG di Daerah Sulit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 22:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan (Antara)

Ntvnews.id, Kabupaten Bogor - Badan Gizi Nasional memprioritaskan penggunaan sepeda motor untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah pedesaan dan daerah dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan besar.

“Motor, karena kita akan utamakan untuk daerah sulit medannya,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Dadan, kendaraan roda dua dinilai lebih efektif untuk menjangkau wilayah terpencil dibandingkan kendaraan roda empat atau truk pengangkut. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan sekitar 21.800 unit sepeda motor untuk mendukung distribusi makanan dari SPPG ke para penerima manfaat di berbagai daerah.

“Karena motornya 21.800-an, sementara SPPG yang sudah kita bangun itu 28 ribuan lebih. Jadi, kita fokuskan di daerah-daerah,” ujarnya.

Baca Juga: BGN Sebut Program MBG Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan

Ia menambahkan kawasan pedesaan di Kabupaten Bogor juga menjadi perhatian pemerintah dalam penguatan distribusi MBG, terutama daerah yang memiliki akses jalan terbatas bagi kendaraan roda empat.

“Mungkin Bogor, Bogor Selatan, di pedesaan,” katanya.

Dadan menjelaskan distribusi makanan saat ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan. Di beberapa wilayah, kendaraan pengangkut hanya bisa mencapai titik tertentu sebelum makanan diteruskan menggunakan gerobak menuju sekolah penerima manfaat.

“Sementara mobilnya itu sampai depan. Dari depan sampai sini menggunakan gerobak, saya kira bisa dilakukan karena tidak terlalu jauh,” ujar Dadan.

Menurut dia, sistem distribusi tersebut masih berjalan optimal karena lokasi sekolah penerima manfaat relatif dekat dengan fasilitas SPPG.

Baca Juga: BGN Tegaskan Tak Ada Batas Usia Maksimal untuk Relawan MBG

“Sejauh ini karena tidak terlalu jauh dari SPPG,” katanya.

Dadan juga menyebut hingga saat ini terdapat 28.390 unit SPPG di seluruh Indonesia yang telah melayani sekitar 62 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close