BGN Tegaskan Tak Ada Batas Usia Maksimal untuk Relawan MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 22:03
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN Dadan Hindayana dalam penandatanganan nota kesepahaman antara BGN) dan PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.ANTARA/HO-BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana dalam penandatanganan nota kesepahaman antara BGN) dan PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa program relawan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa batas usia maksimum.

Menurutnya, syarat utama bagi relawan adalah memiliki kondisi tubuh yang sehat, siap bekerja, serta mempunyai semangat berkontribusi dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

“Yang penting memiliki kondisi sehat, siap bekerja, dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi nasional. Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja,” kata Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga: BGN dan BPOM Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

Dadan menjelaskan relawan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG merupakan petugas yang bekerja dengan sistem pembiayaan berbeda dibanding kepala SPPG, pengawas gizi, maupun pengawas keuangan yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Para relawan tersebut bertugas di berbagai bidang, mulai dari pemorsian makanan, distribusi makanan bergizi, hingga pencucian peralatan.

Meski tidak menetapkan batas usia maksimum, BGN tetap memberlakukan syarat usia minimal 18 tahun bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan.

“Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun,” ujar Dadan.

Baca Juga: BGN Sebut Program MBG Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan

Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kesiapan relawan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan program MBG di berbagai daerah.

Menurut Dadan, partisipasi publik bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

“Semangatnya adalah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG,” ucap Dadan. Ia berharap dengan dukungan relawan dari berbagai latar belakang, program MBG dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close