Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN Minta SPPG Optimalkan Menu Telur di Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mei 2026, 14:24
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. (BGN)

Ntvnews.id, Jakarta - Anjloknya harga telur ayam di Kabupaten Magetan mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk membantu peternak lokal, BGN menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur agar meningkatkan penggunaan telur dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya memahami kondisi para peternak ayam petelur yang tengah menghadapi sulitnya pasar akibat harga telur yang terus menurun.

"Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," ucap Nanik, Sabtu, 9 Mei 2026.

BGN bersama Satgas MBG Kabupaten Magetan sepakat meningkatkan frekuensi menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis. Jika sebelumnya telur hanya disajikan dua kali dalam seminggu, kini penggunaan menu berbahan telur direncanakan naik menjadi tiga kali setiap pekan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan permintaan telur dari peternak lokal sehingga harga di tingkat kandang bisa kembali stabil.

Baca Juga: BGN Tegaskan Tak Ada Batas Usia Maksimal untuk Relawan MBG

Komoditas telur yang dijual pedagang di Pasar Johar, Jakarta. (ANTARA/Harianto) <b>(Antara)</b> Komoditas telur yang dijual pedagang di Pasar Johar, Jakarta. (ANTARA/Harianto) (Antara)

"Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," katanya.

Nanik menambahkan, selama ini kebutuhan telur untuk program MBG di Kabupaten Magetan seluruhnya dipasok dari peternak lokal. SPPG disebut tidak mengambil suplai telur dari luar daerah.

Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam membantu perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan lokal.

Sebelumnya, ratusan peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai pada Rabu, 6 Mei 2026 di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam.

Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat sebagai simbol protes atas anjloknya harga telur di tingkat peternak.

Para peternak menyampaikan harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Mereka juga menyoroti tingginya harga pakan ternak dan kondisi overproduksi yang membuat hasil telur sulit terserap pasar secara maksimal.

x|close