Bakom Gandeng Homeless Media Jadi Mitra Pemerintah, Ada Folkative, Dagelan hingga Bapak-Bapak ID

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 19:21
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kanan) dalam jumpa pers di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. ANTARA/Fathur Rochman Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kanan) dalam jumpa pers di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. ANTARA/Fathur Rochman (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggandeng New Media Forum sebagai mitra strategis dalam penguatan ekosistem media digital, dengan tujuan memperluas jangkauan komunikasi publik di Indonesia.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa keterlibatan pelaku media digital menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui platform digital yang terus berkembang.

"Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media atau realita komunikasi digital sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Qodari menjelaskan bahwa New Media Forum merupakan wadah kolaborasi berbagai pelaku media digital yang sebelumnya dikenal sebagai “homeless media” dan kini berkembang menjadi entitas media baru yang lebih terstruktur.

Baca Juga: Pengurus Baru AMSI Kepri Dilantik, Janji Perkuat Media Digital Berkualitas

Beberapa platform yang tergabung di dalamnya antara lain Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, USS Feeds, Bapak-bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa, Taubatters, Pandemictalks, Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Goodstats, Hai Dudu, Proud Project, Kumpul Leaders, CXO Media, The Mapple Media, Melodi Alam, Mahasiswa dan Jakarta, serta Mature Indonesia.

Ia menambahkan bahwa New Media saat ini memiliki jangkauan yang sangat besar, dengan jumlah pengikut mencapai puluhan hingga ratusan juta, serta total tayangan bulanan yang bisa menembus angka miliaran.

Meski demikian, Qodari mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait hubungan antara New Media dengan media konvensional maupun lembaga seperti Dewan Pers.

Salah satu isu penting adalah penerapan prinsip keberimbangan informasi atau cover both side yang dinilai belum sepenuhnya optimal di lingkungan New Media.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat diatasi dengan pendekatan alternatif, seperti memperkuat sistem verifikasi informasi apabila prinsip keberimbangan belum sepenuhnya diterapkan.

Dalam pandangan Bakom, pendekatan yang dilakukan bukan dengan menjauhkan New Media, melainkan merangkul dan membina agar kualitas konten yang dihasilkan semakin meningkat.

Baca Juga: Kepala Bakom Soroti Pentingnya Kehati-hatian dalam Menyikapi Informasi di Media Sosial

"Namun, pandangan kami, New Media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produk dari New Media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional," kata Qodari.

"Jadi, justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita, iya kan? Tabayyun dulu nih, silaturahmi, kan begitu. Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran itu bisa tersampaikan dengan baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Qodari menyebut bahwa sebagian pelaku New Media kini telah memiliki struktur kelembagaan yang lebih jelas, seperti perusahaan resmi, susunan redaksi, serta alamat yang terverifikasi, sehingga berbeda dengan akun media sosial anonim.

Dengan perkembangan tersebut, Bakom menilai kolaborasi dengan New Media menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas konten sekaligus memperluas efektivitas penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat.

"Dengan realita bahwa New Media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 6 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas New Media semakin meningkat," ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close