Ntvnews.id, Banjarmasin - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menghadirkan 722 titik layanan internet di Kalimantan Selatan guna memperluas konektivitas digital, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi dan layanan publik.
Pelaksana Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi, Tri Haryanto, menjelaskan bahwa layanan tersebut tersebar di 13 kabupaten.
Dari jumlah tersebut, satu titik menggunakan jaringan fiber optik, sementara 721 titik lainnya memanfaatkan satelit SATRIA satellite Indonesia.
“Penyediaan layanan didukung kombinasi aset barang milik negara (BMN) dan skema sewa layanan guna menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan terestrial, sehingga pemerataan akses internet dapat terus diperluas,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blankspot se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu, 29 April 2026.
Baca Juga: Kemkomdigi Tetapkan 6 Juni 2026 Sebagai Batas Akhir PSE Lapor Evaluasi Mandiri PP Tunas
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi wilayah dengan jumlah titik layanan terbanyak, yakni mencapai 179 lokasi.
Hal ini menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat akses komunikasi di daerah dengan kebutuhan tinggi.
Dari total 722 titik tersebut, sebanyak 635 titik berada di sektor pendidikan, khususnya sekolah. Kondisi ini menjadikan layanan internet BAKTI sebagai pilar utama dalam mendukung transformasi digital pembelajaran di wilayah tersebut.
Selain pendidikan, jaringan internet juga dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, pusat kegiatan masyarakat, sektor pertahanan dan keamanan, hingga sebagian badan usaha untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Berdasarkan pemantauan melalui sistem Network Management System (NMS), sebagian besar titik layanan menunjukkan tingkat pemanfaatan yang tinggi, mencerminkan penggunaan yang optimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Namun, terdapat sekitar 77 titik layanan dengan tingkat utilisasi rendah yang menjadi perhatian pemerintah untuk dievaluasi, terutama di sektor pendidikan dan kantor pemerintahan yang seharusnya memiliki tingkat penggunaan tinggi.
Baca Juga: Kemkomdigi Buka Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Jaringan Seluler Nasional
Pemerintah pun membuka kemungkinan relokasi titik layanan tersebut ke wilayah lain yang lebih membutuhkan agar distribusi akses internet menjadi lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik.
“Keberadaan stasiun bumi di Banjarmasin turut mendukung operasional satelit SATRIA melalui fasilitas Network Operation Center (NOC), dengan pemilihan lokasi didasarkan pada kesiapan jaringan fiber optik yang dinilai andal untuk menjaga stabilitas layanan,” ujar Tri.
(Sumber: Antara)
Plt. Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi Tri Haryanto (kanan depan) memberikan paparan pada kegiatan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blankspot se-Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (29/4/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang) (Antara)