Ntvnews.id, Makassar - BPJS Kesehatan mengungkapkan tren peningkatan penyakit katastropik menjadi perhatian serius dalam pengelolaan anggaran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada meningkatnya beban pembiayaan layanan kesehatan.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, menyatakan bahwa penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke kini menjadi kontributor utama pembiayaan kesehatan karena membutuhkan penanganan dengan biaya tinggi.
"Dominasi penyakit katastropik tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban pembiayaan layanan kesehatan dalam sistem JKN," ujar Asyraf di Makassar, Selasa, 5 Mei 2026.
Meski demikian, BPJS Kesehatan tetap menjalankan perannya dalam memastikan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat melalui sistem yang mencakup layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Pengelolaan program dilakukan secara terintegrasi mulai dari pengumpulan iuran hingga pelayanan kesehatan, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan: Jangan Tunggu Sakit, Pastikan Kepesertaan JKN Aktif agar Tetap Terjamin
Berdasarkan data hingga April 2026, pembiayaan untuk penyakit katastropik telah mencapai sekitar 25 persen dari total biaya layanan kesehatan. Sementara itu, realisasi biaya manfaat pada 2025 meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp44,8 triliun menjadi Rp50,28 triliun.
Pemanfaatan layanan kesehatan juga meningkat signifikan sejak program JKN berjalan. Dalam periode 2014-2025, total anggaran yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp1.272 triliun. Pada 2025, tercatat sekitar 1,9 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan setiap hari, meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan awal pelaksanaan program.
"Peningkatan kesadaran masyarakat diperlukan untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai kunci utama menekan laju kasus penyakit tersebut. Upaya pencegahan juga harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga," tuturnya.
Baca Juga: Kasus Kanker Payudara Naik Signifikan, BPJS Kesehatan Catat Lonjakan Hingga 1,94 Juta
Dalam kesempatan sebelumnya, Asyraf juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media dalam mendukung keberhasilan program JKN melalui penyampaian informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.
"Kami memandang insan pers sebagai mitra strategis yang turut menentukan keberhasilan program JKN melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Sehingga, komunikasi yang terbangun tidak hanya satu arah, tetapi kolaboratif dan solutif."
Program JKN sendiri merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, serta yang mampu membantu yang kurang mampu.
(Sumber: Antara)
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, Asyraf Mursalina menjelaskan materi pelayanan kepada wartawan saat workhsop di Makassar, Sulawesi Selatan . ANTARA/HO-BPJS Kesehatan. (Antara)