Aksi Sherina Munaf Turun ke Lokasi Karhutla di Palangka Raya hingga Galang Donasi untuk Relawan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 16:55
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sherina Munaf Turun ke Lokasi Karhutla di Palangka Raya Sherina Munaf Turun ke Lokasi Karhutla di Palangka Raya (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Penyanyi Sherina Munaf, menunjukkan rasa kepedulian nyata terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah. Tak hanya sekadar memberikan imbauan di media sosial, Sherina turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman api di Kota Palangka Raya.

Dalam video yang beredar di sosial media, pelantun lagu Pergilah Kau tersebut terlibat aktif memadamkan titik api yang berada di kawasan sekitar gedung perkuliahan Universitas Palangka Raya (UPR). Bersama sejumlah mahasiswa, ia berjibaku menjinakkan api di area lahan yang berjarak sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UPR.

Sherina mengungkapkan bahwa dirinya telah berada di Palangka Raya sejak 31 Agustus lalu. Selama tiga hari terakhir, ia intens mengikuti kegiatan di lapangan guna memantau kondisi karhutla secara langsung.

"Untuk saat ini aku fokuskan kepada pengumpulan donasi untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget," ujar Sherina, 2 September 2026.

Mantan penyanyi cilik ini mengaku merasakan langsung beratnya perjuangan para relawan di medan kebakaran. Ia menyoroti fenomena api yang kerap muncul kembali meskipun permukaan lahan terlihat sudah padam—sebuah karakteristik khas kebakaran lahan gambut.

"Ngerasain sendiri betapa lelahnya, betapa kadang merasa powerless-nya, karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi. Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini," tuturnya.

Selain aksi fisik, Sherina juga menggandeng Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation untuk memantau dampak kebakaran terhadap satwa liar, khususnya orangutan yang habitatnya kian terancam. Ia menegaskan bahwa karhutla bukan hanya masalah kabut asap bagi manusia, melainkan ancaman serius bagi keanekaragaman hayati.

Dalam kesempatan tersebut, Sherina juga memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa UPR yang tanggap turun ke lapangan. Ia mengajak mahasiswa dari berbagai fakultas lain untuk turut mengambil bagian dalam upaya penyelamatan lingkungan ini.

"Aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Palangka Raya. Kita posisi lagi di belakang 200 meter dari gedung MIPA, dan semuanya turut di sini untuk ikut memadamkan api," tambahnya.

Bagi Sherina, menjaga hutan Kalimantan adalah kewajiban bersama karena posisinya sebagai salah satu paru-paru dunia. Ia berharap gerakan donasi dan aksi nyata yang dilakukannya dapat memicu kepedulian masyarakat yang lebih luas.

"Biodiversitas Kalimantan itu luar biasa, itu adalah paru-paru kita semua, ekosistem yang sangat perlu dijaga. Kita nggak ada apa-apanya kalau nggak ada ekosistem ini," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close