UNESCO-UIA Resmi Menetapkan Beijing Sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia 2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 23:44
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menurut UNESCO, Beijing terpilih berkat kemampuannya yang luar biasa dalam memadukan salah satu warisan arsitektur terkaya di dunia dengan visi pembangunan perkotaan berkelanjutan yang berwawasan ke depan. Menurut UNESCO, Beijing terpilih berkat kemampuannya yang luar biasa dalam memadukan salah satu warisan arsitektur terkaya di dunia dengan visi pembangunan perkotaan berkelanjutan yang berwawasan ke depan. (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - UNESCO secara resmi menetapkan Beijing sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO-UIA (International Union of Architects) untuk tahun 2029, Rabu, 5 Agustus 2026.

Penetapan kota bersejarah tersebut dilakukan menyusul rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Komite Bersama untuk Ibu Kota Arsitektur Dunia.

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menyampaikan keyakinannya bahwa kekayaan warisan arsitektur, dinamika transformasi perkotaan, serta visi masa depan Beijing akan menjadi katalis utama dalam memicu dialog internasional seputar peran arsitektur.

Baca juga: UNESCO Masukkan Kota Kuno Tyre ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya

Program yang diinisiasi bersama oleh UNESCO dan UIA ini dirancang untuk menyoroti kontribusi penting arsitektur, perencanaan tata kota, budaya, serta warisan sejarah dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Dalam skema ini, UNESCO menetapkan kota penyelenggara Kongres Dunia UIA sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia setiap tiga tahun sekali.

Menurut keterangan resmi UNESCO, terpilihnya Beijing didasari oleh keunggulan kota tersebut dalam menyelaraskan salah satu warisan arsitektur paling kaya di dunia dengan visi pembangunan kota yang inovatif dan berkelanjutan.

Menyongsong Beijing 2029, Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany dalam rilis pers itu menyatakan keyakinannya bahwa warisan arsitektur yang luar biasa di kota tersebut, transformasi perkotaan yang dinamis dan visinya yang berwawasan ke depan akan menginspirasi dialog internasional baru mengenai kekuatan arsitektur. <b>(Antara)</b> Menyongsong Beijing 2029, Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany dalam rilis pers itu menyatakan keyakinannya bahwa warisan arsitektur yang luar biasa di kota tersebut, transformasi perkotaan yang dinamis dan visinya yang berwawasan ke depan akan menginspirasi dialog internasional baru mengenai kekuatan arsitektur. (Antara)

"Tatanan kota bersejarahnya, keberhasilan proyek-proyek regenerasi, dan budaya arsitektur yang dinamis menunjukkan bagaimana warisan, inovasi, dan kehidupan masyarakat dapat saling menguatkan dalam mewujudkan kota yang tangguh dan layak huni," terang pihak UNESCO dalam rilis resminya.

Sebelum Beijing, status Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO-UIA pertama kali disandang oleh Rio de Janeiro pada 2020, yang kemudian dilanjutkan oleh Kopenhagen dan Barcelona.

Baca juga: Wawancara dengan Media Prancis, Prabowo: Kami Peracaya Moskow dan Beijing

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close