Bantah Isu Rumah Dilelang, Pihak Ruben Onsu Ungkap Utang Rp11,1 Miliar Biaya Renovasi atas Permintaan Sarwendah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 11:00
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ruben, Sarwendah Ruben, Sarwendah

Ntvnews.id, Jakarta - Pihak Ruben Onsu akhirnya buka suara terkait isu miring yang menyebutkan rumah tinggal yang kini ditempati Sarwendah tengah terancam lelang akibat cicilan macet. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben memberikan klarifikasi tegas mengenai duduk perkara kewajiban pembayaran senilai Rp11,1 miliar yang menjadi perbincangan publik.

Minola juga menyayangkan sikap pihak lawan yang membawa masalah internal ini ke ranah publik dengan narasi yang berbeda dari kesepakatan di ruang tertutup.

Minola menjelaskan bahwa angka fantastis sebesar Rp11,1 miliar tersebut bukanlah sisa utang pokok pembelian rumah, melainkan biaya renovasi besar-besaran. Menurutnya, renovasi tersebut dilakukan berdasarkan keinginan Sarwendah (S).

"Jadi kewajiban itu bukan kewajiban ketika membeli rumah, tapi kewajiban ketika S (Sarwendah) ingin rumah itu direnovasi seperti apa. Dan hari ini, yang menjadi kontraktor dalam renovasi tersebut adalah orang yang menerima pembayaran 11,1 miliar," ujar Minola, 21 Juli 2026.

Baca Juga: Ruben Onsu Akui Sering Dihina Sarwendah dengan Sebutan 'Cong' Saat Masih Menikah

Ia juga menambahkan bahwa nilai tersebut membengkak karena akumulasi bunga dan denda. Jika pembicaraan dilakukan dengan iktikad baik, Minola yakin nilai tersebut tidak akan sebesar itu.

"Kalau kita bicara pokoknya saja, karena sudah ada pembayaran cicilan-cicilan itu, tentu nilainya tidak akan sebesar itu. Biasanya kalau ada iktikad baik, bunga dan denda itu bisa dihilangkan," tambahnya.

Terkait kabar yang menyebutkan rumah tersebut akan segera dilelang karena cicilan macet, Minola menegaskan bahwa hingga saat ini pihak Ruben Onsu belum menerima surat peringatan resmi dari bank. Ia pun heran mengapa pihak seberang terus-menerus melontarkan isu lelang ke media.

"Kami heran dari kemarin-kemarin mereka sudah bicara tentang lelang terus. Sementara kami sendiri belum mendapatkan surat pemberitahuan apapun dari bank. Mekanismenya kan tidak seperti itu, harus ada surat peringatan dulu, tapi ini tidak ada," tegas Minola.

Minola menjelaskan bahwa Ruben selama ini tetap berupaya memenuhi kewajibannya, meski ia mengakui aliran pembayaran saat ini sedang mengalami kendala. Namun, ia menekankan statusnya belum masuk ke tahap penyitaan atau lelang.

Minola juga mengungkapkan kekecewaannya karena pembicaraan yang seharusnya bersifat rahasia antar kuasa hukum justru diputarbalikkan di ruang publik.

"Sebelum masalah ini membesar, ini sudah menjadi pembicaraan antar kuasa hukum di ruangan tertutup. Ada niatan dari pihak sana untuk meneruskan membayar cicilan tersebut. Tapi yang muncul malah mereka mengatakan Ruben tidak membayar cicilan atau macet. Di ruang publik mereka ngomongnya lain," sesalnya.

Sebenarnya, pihak Ruben Onsu enggan terlalu dalam membahas masalah aset rumah. Sejak awal, fokus utama Ruben adalah mengenai hak asuh dan kesejahteraan anak-anaknya.

Minola menyebutkan ada beberapa poin krusial terkait anak yang selama ini mereka simpan, termasuk sulitnya jadwal pertemuan antara Ruben dan anak-anaknya yang tidak pernah diatur dengan baik oleh pihak Sarwendah.

"Kami fokus kepada masalah anak. Anak ini jadwal bertemu dengan ayahnya tidak pernah diberikan, tidak diaturkan, dan kemudian termasuk adanya dugaan eksploitasi anak," ungkap Minola.

Penjelasan ini diberikan agar masyarakat tidak lagi memberikan penilaian sebelah mata (underestimate) terhadap peran Ruben Onsu sebagai kepala keluarga dan pemilik rumah tersebut.

"Hari ini kita bicara untuk mengklarifikasi biar masyarakat paham. Banyak yang bilang ‘Itu kan yang nempatin si S, berarti itu rumahnya dia dong, dia bebas mengundang siapa saja’. Kita lihat hari ini bahwa situasinya tidak seperti itu. Ada peran dan kewajiban Ruben yang sangat besar di sana," tutup Minola.

x|close