Ntvnews.id , Jakarta - OpenAI memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT-Rosalind yang dirancang untuk membantu para ilmuwan mempercepat penelitian di bidang ilmu hayati, termasuk biologi dan pengembangan obat.
Berdasarkan unggahan resmi di blog OpenAI pada Kamis, 16 April 2026, model AI tersebut dinamai dari Rosalind Franklin, sosok yang berperan penting dalam pengungkapan struktur DNA yang menjadi dasar perkembangan biologi molekuler modern.
Pengembangan riset ilmiah sangat bergantung pada pengolahan data dalam jumlah besar.
GPT-Rosalind hadir untuk membantu proses penyortiran data sekaligus mempercepat waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan hingga persetujuan obat baru sebelum dipasarkan.
Baca Juga: OpenAI Hadirkan ChatGPT Health untuk Diskusi Isu Kesehatan
OpenAI mengungkapkan bahwa proses pengembangan dan persetujuan obat baru di Amerika Serikat dapat memakan waktu antara 10 hingga 15 tahun.
Menurut laporan CNET pada Jumat, 17 April 2026, GPT-Rosalind dirancang untuk meningkatkan pemilihan target riset serta membantu merumuskan hipotesis yang lebih kuat guna menghasilkan eksperimen yang lebih berkualitas.
Model ini telah diuji dalam berbagai bidang seperti kimia organik, studi protein, dan genetika.
Para peneliti juga dapat memanfaatkannya untuk menemukan referensi ilmiah yang relevan maupun merancang eksperimen penelitian.
Selain OpenAI, Google DeepMind juga mengembangkan teknologi serupa untuk mendukung riset ilmiah.
Salah satu modelnya, AlphaFold, bahkan berkontribusi pada perolehan Hadiah Nobel Kimia 2024.
"Bagi saya, kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah," kata CEO Google DeepMind Demis Hassabis.
Perusahaan lain, Anthropic, juga telah meluncurkan Claude for Life Sciences pada Januari 2026 dengan tujuan serupa dalam mendukung riset ilmiah
Meski demikian, sejumlah ilmuwan sebelumnya menyuarakan kekhawatiran terkait pesatnya adopsi AI dalam dunia sains, termasuk potensi risiko penyalahgunaan, kerentanan sistem, hingga isu representasi data dalam penelitian.
OpenAI menyatakan bahwa GPT-Rosalind telah dilengkapi mekanisme pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan, termasuk dalam pembuatan senjata biologis.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi di bidang bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati.
Saat ini, GPT-Rosalind tersedia dalam tahap pratinjau penelitian melalui ChatGPT, Codex, serta API bagi pengguna tertentu melalui program akses terpercaya OpenAI.
Baca Juga: Prabowo Cerita Masih Baca Buku Sebelum Tidur: Sekarang Ada Chat GPT-Tanya Om Google
OpenAI juga menggandeng sejumlah mitra seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific untuk mempercepat proses penelitian dan penemuan.
Sean Bruich, Wakil Presiden Senior AI dan Data di Amgen, menegaskan bahwa penelitian ilmiah membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.
"Kolaborasi unik kami dengan OpenAI memungkinkan kami menerapkan kemampuan dan peralatan paling canggih mereka dengan cara baru dan inovatif yang berpotensi mempercepat cara kami menyalurkan obat-obatan kepada pasien," katanya.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Logo OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic) (Antara)