Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data sejumlah gim yang belum dirilis melalui sistem Indonesia Game Rating System (IGRS).
Sebelumnya, sistem IGRS menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa cuplikan permainan dari beberapa judul gim yang masih dalam tahap pengembangan telah tersebar di internet.
“Untuk menghindari asumsi-asumsi yang beredar di media sosial, sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan,” kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Baca Juga: Komdigi Copot 3 Pejabat Usai Kebocoran Data Pribadi Pencari Kerja
Ia menjelaskan bahwa proses evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup keseluruhan implementasi IGRS, mulai dari kebijakan, sistem, proses, teknologi, hingga sumber daya manusia dan organisasi.
“Jadi kita mau bukan sepotong-sepotong hasilnya. Makanya investigasi ini menyeluruh dan akan kita laporkan hasilnya supaya tidak ada asumsi-asumsi lagi,” tegasnya.
Kemkomdigi juga melibatkan berbagai pihak dalam proses ini, termasuk penerbit gim dan pelaku industri terkait. Hasil dari evaluasi tersebut akan disampaikan kepada publik setelah proses investigasi selesai.
Dugaan kebocoran ini mencuat setelah beredar laporan bahwa cuplikan gim yang belum dirilis, seperti “007: First Light”, tersebar di internet. Insiden tersebut diduga terjadi akibat celah keamanan pada sistem IGRS yang memungkinkan materi pengajuan yang seharusnya bersifat privat dapat diakses pihak tidak berwenang.
Baca Juga: Kemkomdigi Ultimatum Wikimedia, Ancam Bakal Bllokir Jika Tak Daftar PSE
Selain itu, gim “Echoes of Aincrad” milik Bandai Namco juga dilaporkan mengalami kebocoran konten, termasuk sejumlah adegan penting dalam permainan. Bahkan, terdapat laporan bahwa insiden tersebut turut mengekspos ribuan alamat email milik pengembang gim.
Selama proses evaluasi berlangsung, Kemkomdigi memutuskan untuk menunda sementara proses rating melalui IGRS. Penundaan ini dilakukan untuk memastikan sistem ke depan lebih kredibel dan dapat dipercaya oleh masyarakat maupun pelaku industri gim.
(Sumber: Antara)
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana saat menyampaikan keterangan kepada awak media dalam jumpa pers di Jakarta Selatan pada Jumat (17/4/2026). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha) (Antara)