Menhub Siapkan Penerbangan Tambahan untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 09:34
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam bincang bersama awak media, di Jakarta, Rabu 31 Desember 2025. ANTARA/Harianto Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam bincang bersama awak media, di Jakarta, Rabu 31 Desember 2025. ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan penambahan penerbangan pada periode Angkutan Lebaran 2026 guna mengantisipasi lonjakan permintaan, termasuk di Sumatera Selatan.

Menhub Dudy menjelaskan, pihaknya segera menggelar rapat dengan seluruh maskapai penerbangan nasional untuk membahas kesiapan armada dan kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan (extra flight) di sejumlah bandara yang mengalami peningkatan permintaan.

“Kami melihat ada kecenderungan pertumbuhan permintaan penumpang udara. Karena itu, kami merasa perlu merumuskan tambahan penerbangan selama periode angkutan Lebaran 2026,” ucap Menhub.

Baca juga: Kemenhub Siapkan 401 Bus Mudik Gratis, Pendaftaran Mulai 1 Maret 2026

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, moda transportasi udara masuk dalam 10 besar pilihan masyarakat pada libur Lebaran 2026. Secara nasional, jumlah penumpang pesawat udara diperkirakan mencapai 4,98 juta orang.

Selain sektor udara, Kementerian Perhubungan juga memastikan kesiapan infrastruktur transportasi darat di Sumsel, termasuk perbaikan jalan dan pengendalian kendaraan berat.

Pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga akan diberlakukan pada 13–29 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus lalu lintas nasional yang diperkirakan mencapai 143 juta orang.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik rencana tersebut.

Baca juga: Menhub Pastikan Stimulus Angkutan Lebaran Tidak Bebani Maskapai

Ia sebelumnya secara khusus mengusulkan penambahan penerbangan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat yang datang maupun keluar dari Sumsel selama periode mudik dan arus balik.

"Peningkatan frekuensi penerbangan tidak hanya dibutuhkan saat lebaran, tetapi juga untuk mendukung pergerakan penumpang yang terus tumbuh sepanjang tahun," tandasnya. (Sumber:Antara)

x|close