Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah melakukan perhitungan terhadap dampak pelemahan nilai tukar rupiah. Berdasarkan hasil kalkulasi tersebut, depresiasi rupiah saat ini dinilai belum memberikan tekanan signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bahkan ia optimistis mata uang nasional akan kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan.
Saat ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.800 per dolar Amerika Serikat, lebih tinggi dibanding asumsi makro yang digunakan dalam APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS.
“Dari sisi anggaran (APBN), kami telah menghitung dampak depresiasi rupiah pada level yang mendekati posisi saat ini,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Danantara Indonesia, Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Meski nilai tukar rupiah bergerak jauh dari asumsi APBN, Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih terjaga dengan baik dan belum menghadapi gangguan berarti.
Baca Juga: Mulai 1 Juni, Ekspor 3 Komoditas Ini Wajib via PT DSI
Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kekuatan ekonomi suatu negara akan berbanding lurus dengan kekuatan mata uangnya.
“Saat ini, fokus saya adalah memastikan perekonomian domestik terus tumbuh kuat, baik dalam jangka menengah, pendek, maupun jangka panjang,” tegasnya.
Purbaya meyakini bahwa apabila fundamental ekonomi tetap kuat, maka rupiah akan menguat secara alami. Ia menilai investor, baik yang melakukan investasi langsung asing (foreign direct investment atau FDI) maupun investasi portofolio, akan lebih memilih negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
Menurutnya, posisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kompetitif dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara maupun anggota G20.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)
“Pertumbuhan ekonomi kita berada di posisi kedua setelah India. Jadi, prospek ekonomi kita kuat dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” tandasnya.
Selain ditopang oleh fundamental ekonomi domestik, Purbaya juga memperkirakan nilai tukar rupiah akan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik global. Ia menilai perkembangan hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang semakin mengarah pada penyelesaian damai dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan.
“Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini,” ujar dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)