Danantara Wajibkan BUMN Pelayaran Bangun Kapal di PT PAL Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 13:25
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pekerja berjaga saat penamaan dan peluncuran kapal frigate Merah Putih di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 18 Desember 2025. Kapal yang kemudian diberi nama KRI Bala Putra Dewa 322 tersebut m Pekerja berjaga saat penamaan dan peluncuran kapal frigate Merah Putih di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 18 Desember 2025. Kapal yang kemudian diberi nama KRI Bala Putra Dewa 322 tersebut m (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan pihaknya mewajibkan seluruh pengadaan kapal oleh perusahaan pelayaran negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelayaran dilakukan melalui PT PAL Indonesia sebagai galangan kapal nasional.

“Kita mewajibkan seluruh perusahaan kita yang bergerak di bidang perkapalan, wajib atau harus memproduksi di PT PAL,” kata Dony dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Dony, kebijakan tersebut sejalan dengan proses konsolidasi PT PAL Indonesia yang telah rampung pada tahun lalu dan akan dilanjutkan pada tahun ini. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat posisi industri galangan kapal nasional sekaligus mendorong kemajuan sektor perkapalan dan pelayaran Indonesia.

“Tanpa ada keberpihakan dan proteksi, impossible kita bisa tumbuh. Karena itu kami mewajibkan PT Pelni, ASDP, PIS atau Pertamina International Shipping untuk membuat seluruh kapalnya di situ,” ujar Dony.

Baca Juga: KPK Kembali Periksa Saksi dalam Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Angkut TNI AL

Ia berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi kapal dalam negeri serta membuka lapangan kerja yang lebih luas. Dengan pertumbuhan industri perkapalan nasional, kemampuan sumber daya manusia dan teknologi di sektor ini juga diyakini akan terus berkembang.

“Dengan tumbuhnya industri ini akan ada employment-nya, kemudian kemampuan kita tentu akan meningkat. Kalau selalu kita berpikir bahwa mereka tidak mampu, hasilnya jelek, sampai kapan kita bisa untuk menuju titik yang kita harapkan,” katanya.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria dalam acara &ldquo;Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia&rdquo; yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA <b>(Antara)</b> Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA (Antara)

Baca Juga: Sepakati Kerja Sama Maritim, RI-Inggris Garap Bersama Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan

Selain sektor perkapalan dan pelayaran, Danantara juga menaruh perhatian pada industri perkeretaapian nasional melalui transformasi PT Industri Kereta Api (Inka). Dony menyampaikan, transformasi PT Inka telah masuk dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2026.

Dalam RKAP tersebut, lanjut dia, terdapat agenda perbaikan kinerja keuangan serta penguatan fasilitas produksi di pabrik PT Inka yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Ini sejalan dengan transformasi yang dilakukan oleh PT KAI (Kereta Api Indonesia). KAI di dalam lima tahun ke depan akan melakukan transformasi terhadap gerbong dan juga lokomotif kita yang memang sudah cukup tua,” ujar Dony.

(Sumber: Antara) 

x|close