Ntvnews.id, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menjadi motor penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade pengembangannya, total investasi yang masuk ke kawasan ini tercatat mencapai Rp366 triliun yang tersebar di 25 KEK di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan KEK menjadi strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Berdasarkan data Dewan Nasional KEK 2025, realisasi investasi kumulatif sejak 2012 hingga 2025 mencapai Rp366 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 249 ribu orang.
Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi tercatat sebesar Rp82,6 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 88.541 orang.
Baca Juga: Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp17,5 Triliun pada Kuartal I 2025
Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan KEK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dari sisi sebaran wilayah, saat ini terdapat 25 KEK yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia.
Sumatera menjadi wilayah dengan jumlah KEK terbanyak yaitu delapan kawasan, disusul Jawa dengan tujuh KEK.
Sementara itu, Bali–Nusa Tenggara memiliki tiga KEK, Sulawesi tiga KEK, Kalimantan dua KEK, serta Maluku–Papua dua KEK.
Ke depan, pemerintah juga menargetkan penambahan enam KEK baru pada 2026 yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa dengan potensi investasi lebih dari Rp300 triliun.
Berdasarkan sektor pengembangannya, KEK didominasi oleh sektor industri dan manufaktur dengan 13 kawasan.
Selain itu, terdapat delapan KEK yang fokus pada sektor pariwisata, tiga kawasan berbasis digital, serta satu KEK di sektor lainnya.
Keberagaman sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi nasional serta memperluas peluang investasi di berbagai bidang.
Baca Juga: Pembangunan Daerah Berbasis Kependudukan Fondasi Menuju Indonesia Berdaya Saing
Plt Sekjen Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyatakan bahwa KEK terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Bahkan, kawasan ini tercatat mampu menarik investasi 77 persen lebih tinggi dibanding wilayah non-KEK serta menyerap tenaga kerja 52 persen lebih besar.
Investasi asing di KEK industri juga tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK.
Berikut Infografiknya:
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dikembangkan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Selama lebih dari satu dekade, investasi senilai Rp366 triliun tercatat masuk ke 25 KEK di berbagai wilayah di Indonesia. (Antara)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dikembangkan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Selama lebih dari satu dekade, investasi senilai Rp366 triliun tercatat masuk ke 25 KEK di berbagai wilayah di Indonesia. (Antara)