Menhaj Tegaskan Tak Ada Toleransi Titipan Pejabat dalam Pengadaan Haji

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 15:34
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf. ANTARA/Asep Firmansyah Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf. ANTARA/Asep Firmansyah (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan komitmennya untuk menutup rapat segala celah intervensi, praktik titip-menitip, maupun penyalahgunaan nama pejabat dalam proses penyediaan barang dan jasa penyelenggaraan ibadah haji.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj menyusul adanya pihak-pihak yang mengaku berasal dari lingkaran menteri, wakil menteri, maupun pejabat tertentu dengan tujuan memengaruhi proses pengambilan keputusan di lapangan.

“Banyak yang mengaku-ngaku, ada yang bilang dari tim menteri, dari wakil menteri, dari pejabat. Itu sudah pasti akan ditanya. Semua sikat saja, tidak ada yang kita lindungi. Pejabat tidak mungkin melakukan titip-titip,” kata Menhaj Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia mengungkapkan bahwa upaya intervensi sempat menyasar tim internal Kementerian Haji dan Umrah. Namun, dirinya langsung menginstruksikan agar proses penelusuran dan investigasi tetap berjalan tanpa kompromi.

Baca Juga: Menhaj Cerita Bersihkan Toilet pada Krisis Air di Mina Saat Haji 2008, Petugas Diminta Jangan Gengsi

“Kemarin ada intervensi ke tim saya, saya minta teruskan investigasi. Kalau ada orang kita di Kemenhaj yang terlibat, sikat,” ujar Menhaj Irfan Yusuf.

Menurut Menhaj, sangat mungkin terdapat pihak yang mencatut namanya maupun nama Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu sama sekali tidak akan dibiarkan.

“Saya yakin ada yang pakai nama saya dan wakil menteri. Saya dan wakil menteri tidak akan pernah mentoleransi hal seperti itu,” kata Menhaj Irfan Yusuf.

Baca Juga: Menhaj Tambah 100 Persen Petugas Haji Unsur TNI/Polri dan Nakes

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah masih menunggu laporan menyeluruh dari tim terkait perkembangan dan capaian proses penyediaan barang serta jasa di Arab Saudi sebagai bagian dari persiapan dan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami hanya menunggu dari tim sejauh mana capaian-capaian penyediaan barang dan jasa di Saudi,” kata Menhaj Irfan Yusuf.

Ia memastikan pengawasan ketat akan terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan jamaah haji Indonesia.

(Sumber: Antara) 

x|close