Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait penyebab anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, selain faktor global, ada faktor domestik yakni persepsi negatif pasar.
Dalam hal ini, Perry mengakui pencalonan Deputi Gubernur BI turut menyebabkan pelemahan rupiah.
"Ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan Deputi Gubernur." ucap Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga: Purbaya Heran Rupiah Melamah Dekati Rp17 Ribu: Ada yang Aneh, Silakan Tanya BI
Kendati demikian, Perry menegaskan proses pencalonan Deputi Gubernur BI sesuai undang-undang dan tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan BI yang diklaim tetap profesional dengan tata kelola yang kuat.
"Proses pengambilan kebijakan di Bank Indonesia tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat. Tentu saja bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk bersama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh aliran modal asing keluar akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Perry menegaskan sampai 19 Januari 2026 aliran modal asing yang keluar tercatat sebesar USD 1,6 miliar.
Baca juga: Purbaya Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam: Tapi Saya Bukan Bank Sentral
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Prasetyo menjelaskan kemunculan nama Wamenkeu tersebut bermula dari adanya surat pengunduran diri yang disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.
"Jadi, berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Tangkapan layar - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan Desember 2025 dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu 17 Desember 2025. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)