Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya dapat dibalik menjadi menguat.
Bahkan Purbaya mengklaim perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa dilakukan hanya dalam waktu satu hingga dua malam saja.
Hal tersebut disampaikan Purbaya saat menanggapi kondisi rupiah yang belakangan terus melemah dekati Rp17 ribu per dolar AS.
"Dua hari, semalam dua malam selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral," ucap Purbaya, Selasa 20 Januari 2026.
Lebih lanjut, Purbaya meminta semua pihak untuk bertanya ke Bank Indonesia (BI).
Baca juga: Purbaya Buka-bukaan Pergantian Wamenkeu dan Deputi Gubernur BI Rampung Februari 2026
Baca juga: Purbaya Tanggapi Isu Tukar Jabatan BI-Kemenkeu Antara Juda-Thomas: Saya Dengar Juga Begitu
"Anda tanya ke bank sentral, nanti saya dipancing-pancing masuk situ terus lagi. Nanti saya kelepasan, ribut lagi di luar. Kalau saya, tahu alasannya," bebernya.
Bendahara Negara itu bahkan mengisyaratkan adanya kejanggalan dalam pergerakan rupiah yang terjadi belakangan ini.
Menurutnya, seharusnya nilai tukar rupiah tidak melemah ketika arus modal asing justru masuk ke dalam negeri.
"Nggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan menurut anda gimana. Makanya ada yang aneh kan, Anda tanya ke bank sentral," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya dapat dibalik menjadi menguat. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)