IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 9.098, Rupiah Loyo Dekati Rp17.000 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 10:41
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu kantor perbankan di Jakarta. Ilustrasi - Karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu kantor perbankan di Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/aa.)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 19 Januari 2026 berpotensi melanjutkan penguatan di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Dikutip dari Antara. IHSG dibuka menguat 23,29 poin atau 0,26 persen ke posisi 9.098,70. 

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,84 poin atau 0,21 persen ke posisi 891,27.

“Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 9.100-9.200 pada pekan ini,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.

Baca juga: Bank of Singapore Lepas 2,8 Miliar Saham Bank Capital, BEI Ambil Langkah Cepat

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan RDG BI pada Selasa (20/1) dan Rabu (21/1), yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari sebesar 7,74 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Dari mancanegara, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan earning season dan data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti Personal Consumption Expenditures (PCE) Prices dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) di Euro Area, serta Inggris.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati rilis data PMI Jepang dan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Selain itu, juga mencermati data PDB kuartal IV-2025 dari China.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan tarif terhadap 8 anggota NATO sampai tercapai kesepakatan pembelian Greenland (17/1). Tarif yang diberlakukan sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 dan sebesar 25 persen mulai 1 Juni 2026.

Pada perdagangan Jumat (16/1) pekan kemarin, bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,19 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,04 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,22 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,65 persen.

Baca juga: 516,02 Juta Saham Telkom Resmi Dialihkan dari Danantara ke BP BUMN

Sementara itu, bursa AS di Wall Street ditutup melemah pada Jumat (16/1), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,17 persen ditutup di level 49.359,33, indeks S&P 500 melemah 0,06 persen ke level 6.940,01, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,07 persen ditutup di 25.529,33.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 615,15 poin atau 1,14 persen ke 53.321,02, indeks Shanghai menguat 20,71 atau 0,50 persen ke 4.122,62, indeks Kuala Lumpur melemah 5,17 poin atau 0,30 persen ke 1.707,57, dan indeks Strait Times melemah 21,30 poin atau 0,44 persen ke 4.827,80.

Sementera itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026 bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.

x|close