IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Lanjut Melemah di Rp16.985 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 10:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Ilustrasi - Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 20 Januari 2026 bergerak menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 22,32 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.156,19. 

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,37 poin atau 0,15 persen ke posisi 891,75.

"Dari sisi makro, pasar masih menunjukkan respons yang positif terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter global, di tengah kebijakan domestik yang relatif terjaga dan kinerja emiten berkapitalisasi besar yang tetap solid," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa.

Baca juga: IHSG Tembus Rekor Baru, Bos BEI: Terima Kasih Pak Purbaya

Selain itu, Reydi menyebut penguatan IHSG juga didukung oleh masuknya aliran dana asing yang cenderung terfokus pada saham-saham perbankan besar, dan emiten big cap lainnya, termasuk saham-saham konglomerasi yang kembali menjadi penopang.

Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar tengah mencermati sentimen yaitu arah kebijakan bank sentral global mengenai pemangkasan suku bunga, serta pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) yang akan berdampak nantinya ke pasar keuangan secara lebih luas.

Selain itu, menurutnya, keberlanjutan kinerja emiten juga menjadi penentu.

"Karena IHSG sedang berada dalam zona ATH, sehingga rawan koreksi karena valuasi pasar yang mulai tinggi," ujar Reydi.

Baca juga: Catatan Hattrick Rekor Tertinggi IHSG di Era Pemerintahan Prabowo

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (20/1) dan Rabu (21/1), yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026 bergerak melemah 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.955 per dolar AS.

x|close